Walaupun Terganjal Pergub, SMA/SMK di Sumbar Sudah Terima Siswa Baru Secara Online

Walaupun Terganjal Pergub, SMA SMK di Sumbar Sudah Terima Siswa Baru Secara Online
Walaupun Terganjal Pergub, SMA SMK di Sumbar Sudah Terima Siswa Baru Secara Online

Walaupun Terganjal Pergub, SMA/SMK di Sumbar Sudah Terima Siswa Baru Secara Online

Walaupun Terganjal Pergub, SMA SMK di Sumbar Sudah Terima Siswa Baru Secara Online
Walaupun Terganjal Pergub, SMA SMK di Sumbar Sudah Terima Siswa Baru Secara Online

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Alfikri menyampaikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring (online) dari 315 SMA/SMK di Sumbar sudah hampir semua bisa menerima siswa secara dalam jaringan (daring).

“Kita sudah bisa menerima siswa secara online, dari 315 sekolah hanya beberapa yang belum bisa, ini terkendala infrastruktur yakni jaringan internet. Sekolah tersebut memang berada di lokasi yang jauh, terisolir. Seperti, Mentawai dan Tigo Lurah Kab Solok,” katanya, Rabu, 19 Juni 2019.

Terkait kesiapan seluruh sekolah, sambung Adib, pihaknya telah menyurati semua kepala sekolah

guna memberikan informasi pada masyarakat tentang jadwal penerimaan PPDB online tersebut.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Unair Temukan Alat Deteksi Virus Corona, Hasilnya dalam Hitungan Jam
BKN: Lulus “Passing Grade” SKD, Pelamar CPNS Belum Tentu Lolos Melaju ke SKB
Mahasiswa Asal Sumbar yang Kuliah di China Sampai di Padang
Satu Sekolah di Pessel Terendam Banjir, Ratusan Pelajar Terpaksa Diliburkan

“Kita sudah lanyangkan surat pemberitahuan kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK

di Sumbar untuk memberikan informasi yang jelas dan rinci supaya tidak ada keraguan dalam hal jadwal penerimaan siswa baru,” kata Adib.

Sementara itu, sembari menunggu payung hukum tentang aturan PPDB online ini, Adib Alfikri juga memaparkan tentang zonasi. Informasi perihal zonasi sebelumnya sudah beredar luas di masyarakat, bahwa penerimaan juga dikatagorikan berdasarkan zonasi atau tempat tinggal.

“Kalau kita melihat aturan Kementerian Pendidikan, betul itu, bahwa zonasi

juga menjadi salah satu indikator penerimaan PPDB online. Tetapi untuk Sumbar kita bagi zonasi berdasarkan kabupaten dan kota saja, agar seluruh sekolah mendapat porsi yang sama dalam menampung siswanya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, proses PPDB pada SMA) dan SMK di Sumbar masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) yang saat ini masih dalam evaluasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/