Tips dan Cara Street Photography di Malam Hari

Tips dan Cara Street Photography di Malam Hari
Tips dan Cara Street Photography di Malam Hari

Tips dan Cara Street Photography di Malam Hari

 

Tips dan Cara Street Photography di Malam Hari
Tips dan Cara Street Photography di Malam Hari

Malam hari merupakan waktu yang indah bagi para penikmat fotografi menyusuri jalanan kota untuk mencari objek yang hendak difoto. Seorang fotografer jalanan atau yang dikenal dengan istilah street photography biasanya sering bereksperimen dengan cahaya lampu malam untuk mencari foto-foto estetik.

Fotografi jalanan adalah genre yang menyenangkan sekaligus menantang untuk digeluti. Sebab, ada banyak teknik dan strategi untuk mengambil gambar sehingga tidak bisa asal-asalan dalam melakukannya.

Namun, bagi para pemula, tidak usah khawatir karena ada tips dan cara yang bisa dilakukan untuk menangkap momen di malam hari seperti dilansir dari laman Expert Photography:

1. Menyiapkan peralatan kamera

Melakukan pemotretan di malam hari harus didukung oleh perlengkapan kamera yang mampu membuat momen tertangkap dengan jelas.

Pilihlah kamera yang memiliki dukungan terhadap pengaturan ISO yang tinggi. Selain itu, gunakan jenis lensa cepat agar cahaya bisa cepat masuk ke dalam kamera dengan bukaan besar dan diameter lensa besar.

Adapun beberapa jenis lensa yang dapat digunakan mulai dari:

Lensa 35mm

Ini adalah lensa yang tepat ketika ingin mencapai kecepatan rana yang lebih tinggi. Bukaan terbesar untuk lensa ini biasanya f1.4.

Lensa 50mm

Lensa ini adalah pilihan yang disukai banyak fotografer jalanan malam. Ada beberapa pilihan bukaan dengan lensa ini. Anda dapat memilih antara f1.8, f1.4 dan f1.2.

Lensa 85mm

Lensa ini juga dapat diterapkan pada fotografi jalanan. Tetapi Anda masih harus meningkatkan ISO. Lensa ini memiliki fokus yang lebih panjang dan kecepatan rana yang lebih cepat.

Tripod

Tripod juga menjadi peralatan yang bisa masuk dalam daftar keperluan fotografi. Menggunakan tripod akan membantu Anda terhindar dari guncangan terhadap gerakan alami atau kondisi tangan yang tidak stabil.

2. Atur kamera

Setelah semua peralatan disiapkan, selanjutnya adalah melakukan pengaturan terhadap kamera yang digunakan. Ada tiga unsur penting yang harus diatur untuk menangkap momen sesuai dengan keinginan Anda, yaitu:

Aperture atau Diafragma

Mengatur diafragma berguna untuk menangkap cahaya yang masuk pada lensa untuk mendukung tangkapan terhadap objek bidikan. Aturlah diafragma kamera sesuai dengan kebutuhan cahaya terhadap hasil foto.

Shutter speed

Pengaturan shutter speed bertujuan untuk membekukan aksi dan memiliki kecepatan rana yang cukup cepat untuk menghindari guncangan kamera. Memilih untuk memperlambat kecepatan rana bisa mengaburkan gerakan.

ISO

Pengaturan ISO digunakan untuk menghindari noise yang masuk pada lensa dan akan mempengaruhi hasil foto. Ada orang yang menginginkan sedikit efek natural pada foto, namun ada pula orang yang menyukai foto yang bersih tanpa ada noise.

Beberapa noise yang mungkin masuk pada pemotretan malam hari yaitu cahaya dari binatang dan debu yang berterbangan. Pengaturan ISO yang bisa dipilih juga tergantung pada bodi kamera Anda tetapi menggunakan ISO 3200 biasanya sudah cukup.

3. Menentukan sumber cahaya

Anda harus mencari sumber cahaya yang tersedia di sekitar lokasi untuk mendukung hasil foto, seperti lampu jalan malam, cahaya dari jendela toko, atau kios pedagang malam. Kecuali jika Anda ingin membidik siluet, maka cahaya hanya diperlukan untuk menyinari subjek utama.

Pengaturan cahaya ini bisa dilakukan dengan menghindari cahaya terang di latar belakang karena dapat menghalangi fokus pada objek.

Sumber cahaya tak hanya berasal dari cahaya yang ada di jalanan saja, tetapi juga bisa menggunakan flash dari kamera. Namun, jika Anda memutuskan untuk tetap menggunakan flash, maka disarankan menggunakan flash off-camera.

4. Tangkap momen yang bercerita

Hasil foto yang bagus belum tentu menarik apabila tidak ada cerita di baliknya. Sehingga, penting untuk memperhatikan objek yang hendak difoto. Untuk yang masih bingung menentukan objek, maka bisa juga memotret pelanggan yang mengambil makanan, atau orang yang menikmati musik pengamen jalanan dan lain-lain.

5. Pastikan latar belakang tidak mengganggu objek

Ketika Anda ingin memfokuskan objek di jalanan sebagai objek utama, maka perlu untuk melakukan pengaturan terhadap background atau latar belakang yang hendak difoto.

Gunakan sudut pandang yang sesuai untuk menghasilkan objek sesuai dengan apa yang ingin diceritakan. Penggunaan garis terkemuka, bokeh dan memotret untuk kunci rendah adalah cara terbaik untuk menciptakan latar belakang yang baik.

6. Pilih teknik fotografi

Ada beberapa teknik yang bisa dipakai bagi Anda yang suka melakukan fotografi jalanan di malam hari, sebagai berikut.

Bokeh

Teknik ini akan menghasilkan gambar yang tidak fokus di latar belakang. Teknik ini dapat diterapkan dengan menggunakan aperture tinggi, dan menempatkan subjek cukup jauh di depan objek latar belakang.

Minimalisme

Apabila Anda memiliki subjek, cerita dan konteksnya, teknik ini bisa dipakai untuk menyederhanakan sisa bingkai dari objek.

Leading lines

Teknik ini untuk mencari garis foto secara alami.

Low Key

Teknik ini bisa digunakan apabila objek foto dalam kondisi kurang terang yang memungkinkan foto menjadi hitam. Low key bertujuan untuk memfokuskan atau mengekspos cahaya yang akan menyinari subjek Anda secara alami.

Sumber:

https://littlehorribles.com/fast-car-racing-apk/