Solusi Di bidang Kecepatan

Solusi Di bidang Kecepatan
Solusi Di bidang Kecepatan

Table of Contents

Solusi Di bidang Kecepatan

Solusi Di bidang Kecepatan
Solusi Di bidang Kecepatan

Saat ini penggunaan komputer untuk menyelesaikan masalah sudah merasuk ke segala bidang. Hal ini karena komputasi dianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyelesaian masalah secara manual. Seiring dengan hal tersebut, semakin dituntut proses komputasi yang semakin cepat. Untuk meningkatkan kecepatan proses komputasi, dapat ditempuh dua cara :
• peningkatan kecepatan perangkat keras,
• peningkatan kecepatan perangkat lunak.

Komponen utama perangkat keras komputer adalah processor. Saat ini, peningkatan kecepatan processor benar-benar luar biasa. Processor Pentium 4 yang dikeluarkan Intel kecepatannya sudah mencapai 1.8 GHz. Meskipun kecepatan processor dapat ditingkatkan terus, namun karena keterbatasan materi, maka hal seperti ini yang memerlukan biaya besar

Jika sistem komputer  terasa lambat, dan  tidak punya dana yang cukup untuk upgrade hardware seperti processor, RAM, ataupun video card untuk keperluan gaming, maka jawabannya adalah: TWEAK SAMPAI MAKSIMAL.

1. Update BIOS
Tips pertama yang akan kami bagikan adalah meng-update BIOS . Tahu BIOS kan? BIOS singkatan dari
Basic Input Output System yang merupakan komponen dasar dari suatu sistem untuk melakukan pekerjaan dasar. Nama lain dari BIOS adalah firmware. Biasanya istilah firmware digunakan untuk perangkat mobile. Meng-update BIOS adalah cara yang dapat meningkatkan performa komputer,
memperbaiki bug, ataupun penambahan fitur baru. Bila  bingung untuk melihat versi BIOS yang digunakan, lihatlah pada layar monitor  saat booting ataupun dengan program untuk membaca versi BIOS lalu kunjungi situs dari produsen BIOS  untuk melihat apakah ada upgrade ataupun perbaikan.

2. Disable Perangkat
Dapat mempercepat proses booting dengan mematikan perangkat motherboard yang tidak Anda gunakan
seperti sound card, video card onboard, port jaringan tambahan, dsb. Jika tidak yakin, coba lihat di BIOS apakah ada menu “Integrated Peripherals”? Jika ada, pilih menu itu dan Anda dapat mencari opsi yang  butuhkan ataupun tidak dibutuhkan. Setelah masuk ke Windows, buka Device Manager (devmgmt.msc), cari perangkat lainnya yang tidak digunakan, klik kanan, dan pilih Disable untuk menghemat memory resource Anda.

3. Percepat Booting
Setelah kita tadi mengoptimalkan BIOS, maka proses boot akan lebih cepat. Matikan pengetesan memory extended karena tidak berguna, lalu nyalakan QuickBoot atau FastBoot (nama tergantung dari vendor pembuatnya) untuk mendapatkan sedikit tambahan kecepatan. Selanjutnya, cari urutan boot (biasanya ada menu Boot atau Startup|Boot). Dan pastikan urutan pertamanya adalah harddisk  agar tidak perlu mencari-cari perangkat lain yang akan memakan waktu cukup lama. Jika komputer  sedang rusak dan membutuhkan Live CD (biasanya pengguna Linux),  bisa merubahnya untuk sementara dan jangan lupa rubah lagi ke semula saat selesai menggunakan Live CD.

4. Jangan Cek USB
Jika  memasang drive USB ke komputer dan urutan boot-nya sebelum harddisk, maka komputer  akan
memberi waktu ke drive untuk inisialisasi sebelum mengecek apakah drive USB itu bootable atau tidak. Apa itu bootable? Bootable adalah jika flashdisk  terisi sistem operasi (seperti Linux), maka flashdisk  itu disebut bootable. Jika tidak, maka tidak bootable. Program yang dapat membuat flashdisk  menjadi bootable adalah Unetbootin. Dan pada beberapa BIOS kadang disebut USB Mass Storage Delay, dan  dapat mengaturnya. Contohnya dari komputer yang saya pakai adalah Acer, maka kami tinggal masuk ke BIOS dan tinggal rubah urutan bootingnya menjadi harddisk.

5. Overclock CPU
Pengertian overclock adalah menambahkan kecepatan atau performa. Dengan men

g-overclock CPU, maka
performa komputer  akan meningkat sekitar 10-20%. Namun, ini cukup beresiko karena dengan kecepatan yang tinggi, secara otomatis lebih banyak daya listrik yang digunakan dan panas yang akan bertambah. Jadi jangan lakukan ini, kecuali  siap menerima resikonya. Jika yakin, jalankan setup BIOS, dan cari setting untuk overclocking (biasanya di menu Advanced). Pilihan dan nama bergantung pada spesifikasi hardware yang  punya. Pada dasarnya, naikkan sedikit saja frekuensi dari CPU dan memory. Boot sistem, dan tes dengan software seperti memtest86+ dan OCCT. Kedua software ini berguna untuk memastikan apakah semuanya baik-baik saja ataukah malah menjadi hang. Jika memang baik-baik saja, coba naikkan sedikit lagi. Jika terjadi hang, maka turunkan frekuensi atau naikkan tegangan (tegangan memory Vcore), yang akan membuat komputer  sedikit lebih cepat (meskipun bisa membuat komponen hangus).

Sumber : https://balikpapanstore.id/reverse-movie-fx/