REPRESENTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

REPRESENTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

REPRESENTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
REPRESENTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Iklan bekerja atas dasar identifikasi karena iklan hanya bekerja ketika kita mengidentifikasi apa yang direpresentasikan oleh imaji-imaji, di mana imaji-imaji itu mengkonstruksi kita,melalui hubungan kita dengan mereka. Makna adalah interpretasi, stereotip menetapkan makna yang diberikan kepada kelompok-kelompok, misal gambaran orang kulit hitam yang terbatas, memberikan efek pada apa yang dipahami masyarakat mengenai orang kulit hitam dalam dunia nyata. Gambaran memproduksi pengetahuan tentang bagaimana kita melihatnya direpresentasikan, sehingga perjuangan untuk membuka praktik stereotip kadang adalah sebuah perjuangan untuk meningkatkan perbedaan celakanya semakin memperlihatkan identitas yang memungkinkan dari orang-orang yang belum direpresentasikan sebelumnya. Ada kesulitan tersendiri ketika ingin membalikkan stereotip negatif tersebut sebagaimana juga sulit untuk mempertahankan atau memperbaiki representasi positif.

Saat ini banyak masyarakat khususnya wanita yang dibanjiri oleh bermacam iklan produk yang hadir melalui televisi, radio, maupun media lainnya. Bermacam produk saling berlomba dalam melakukan beragam trik  menawarkan perubahan warna kulit, terstruktur, dan sebagainya itu membuat wanita atau calon konsumen yang melihat iklan menjadi tertarik untuk menggunakan produk tersebut, iklan produk tersebut dengan bentuk penawaran yang sedemikian rupa memberikan pencitraan tersendiri dalam membentuk suatu frame dalam masyarakat. Dalam hal ini pesan iklan yang efektif bagi para pengiklan dan kreator iklan melalui penyampaian sisi imagistik, yakni simbolisasi suatu produk yang merupakan suatu cara untuk membantu khalayak dalam mengidentifikasi produk yang diinginkan dan dibutuhkan.

Simbolisasi produk dalam iklan merupakan sebuah bentuk penyampaian kembali budaya dan nilai-nilai yang ada dan realitanya citra dalam iklan sabun dan penyampaian dalam iklan produk-produk tersebut mengindikasikan bahwa hanya mereka yang berkulit putihlah yang cantik dengan kebanyakan menggunakan representasi selebriti wanita indonesia. Ini tidak menyampaikan kembali budaya dan nilai-nilai yang ada dan diyakini oleh masyarakat dimana iklan tersebut berada. Dalam iklan ini terdapat ketimpangan sosial dimana Indonesia sendiri dilihat dari ras yang memiliki kulit tidak hitam dan tidak putih atau sawo matang, sehingga memberikan frame pada masyarakat bahwa citra wanita cantik  Indonesia adalah mereka yang memiliki kulit putih dan mulus. Apabila ini dikaitkan dengan cultural studies dalam televisi, teks, dan penonton, bahwa iklan sabun maupun produk-produk kecantikan lain mengandung unsur hegemoni yang dimenangkan dan bukan diterima, lebih jauh lagi diperlukan terus menerus dimenangkan ulang dan dinegosiasikan ulang menjadi kebudayaan yang suatu saat bisa berubah menjadi lahan konflik.

Fokus dan representasi perempuan telah diupayakan sebelumnya oleh sejumlah penulis feminis terhadap opera sabun karena sering kali dikatakan bahwa opera sabun adalah suatu ruang perempuan dimana motivasi perempuan disahkan dan dirayakan. Dalam operasi sabun suatu bentuk global berdasarkan dua alas an yaitu ia adalah cara bernarasi yang diproduksi di berbagai negara di seluruh dunia dan ini adalah salah satu bentuk acara televisi yang paling banyak diekspor dan ditonton di berbagai konteks budaya.

Sumber : https://jalantikus.app/