Pemeliharaan terhadap jiwa (Preserving Live)

Pemeliharaan terhadap jiwa (Preserving Live)
Pemeliharaan terhadap jiwa (Preserving Live)

Pemeliharaan terhadap jiwa (Preserving Live)

Pemeliharaan terhadap jiwa (Preserving Live)
Pemeliharaan terhadap jiwa (Preserving Live)

Penentangan terhadap militerisme merupakan kebutuhan primer atau termasuk daruriyyat. Para peserta seminar ditunjukkan sebuah gambar kota nagasaki setelah bom atom dijatuhkan, kemudian dibandingkan dengan gambar kerumunan  anak-anak yang sedang bermain-main dipantai. Keadaan seperti kota nagasaki setelah bom jelas tidak diinginkan dan keadaan anak-anak bermain-main di pantai merupakan idealisme sebagai pemeliharaan terhadap jiwa atau preserving live.

Penentangan terhadap rasisme, atau perbedaan warna kulit juga termasuk kategori pemeliharaan jiwa. Islam tidak membedakan warna kulit karena disisi Allah SWT yang paling mulia adalah orang yang paling bertakwa. Demikian pula penentangan terhadap terorisme, karena korban dari tindakan teror kebanyakan adalah warga sipil.

Pemeliharaan terhadap akal (Preserving Intellect)

Allah menghiasi manusia dengan akal, oleh karena itu ancaman terhadap akal harus dihilangkan. Narkoba, minuman keras diharamkan karena mengancam akal manusia. Lingkungan pergaulan yang buruk juga secara tidak langsung bisa mengancam akal juga harus dihilangkan.

Ada dua macam ancaman terhadap akal. Ancaman secara langsung seperti minuman keras, narkotika, pil koplo, ganja dan lain sebagainya. Ada juga ancaman yang secara tidak langsung.

Pemeliharaan terhadap keturunan (Preserving Progeny/Children)

Salah satu point dari preserving progeny adalah preserving the natural environment artinya pemeliharaan terhadap lingkungan hidup. Dari sini saya menjadi teringat ketika mengikuti kursus environment awareness.

Aktifitas manusia modern dengan industrialisasi dan penggundulan hutan terbukti meningkatkan konsentrasi karbon dioksida di udara. CO2 ini menyerap panas dari permukaan bumi dan memperlambat larinya panas ke luar angkasa. Ini yang disebut dengan Greenhouse Effect. Para ilmuwan berpendapat bahwa ini bisa mencairkan lapisan es di kutub bumi yang selanjutnya meningkatkan permukaan air laut. Apabila permukaan air laut meningkat maka kota-kota pantai diperkirakan akan tenggelam. Ini yang sekarang ramai dibicarakan sebagai global warming, atau pemanasan global.

Negara-negara di dunia belum lama menyadari hal ini dan baru mengadakan perjanjian di Montreal tahun 1987, kemudian yang terbaru adalah Protokol Kyoto tahun 1998. Berikut ini apa itu protokol kyoto dari id.wikipedia.org :

“Protokol Kyoto adalah sebuah persetujuan sah di mana negara-negara perindustrian akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun 1990 (namun yang perlu diperhatikan adalah, jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah emisi pada tahun 2010 tanpa Protokol, target ini berarti pengurangan sebesar 29%). Tujuannya adalah untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca – karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC – yang dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008-12. Target nasional berkisar dari pengurangan 8% untuk Uni Eropa, 7% untuk AS, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia.” [2]

Pemanasan global yang sangat mengkhawatirkan dan baru disadari oleh peradaban modern saat ini bisa mengancam keselamatan generasi mendatang, oleh karena itu isu ini menjadi sangat penting. Yang menakjubkan adalah Ulama Islam seperti asy-Syatibi pada abad 8 H telah memasukkan preserving progeny ini sebagai sebuah daruriyyat, sebuah kebutuhan primer yang apabila tidak dipenuhi bisa mengancam keselamatan manusia.

Point lainnya yang masuk dalam katagori ini adalah preserving moral standards dan preserving spiritual ideal.

Sumber : https://aziritt.net/