Mengatasi kendala pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh SMP Gita Kirtti 5 dan SD Curug

Pembelajaran jarak jauh masih menyisakan sejumlah kendala. Namun bukan berarti tidak ada solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Seperti SMP Gita Kirtti 5 dan SD Curug Atasi yang memiliki cara tersendiri dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Mengatasi kendala pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh SMP Gita Kirtti 5 dan SD Curug

PJJ dilaksanakan sebagai solusi pembelajaran offline yang tidak memungkinkan karena adanya pandemi global, wabah Covid-19.

Mengatasi-kendala-pembelajaran-jarak-jauh-yang-dilakukan-oleh-SMP-Gita-Kirtti-5-dan-SD-Curug

Baca juga:
– GRADU Webinar ft. ClassIn: Atasi kehilangan pembelajaran dengan solusi kolaboratif
– GREDU Terima Pendanaan Seri A untuk Digitalisasi Sektor Pendidikan Indonesia
– GREDU menyambut tahun 2021 dan memperkuat sistem pembelajaran di platformnya
– Fokus ke pembahasan, fitur canggih Gredu siap rilis di tahun ajaran baru

Pembelajaran jarak jauh yang pada akhirnya dianggap tidak menarik

, berdampak pada berkurangnya minat belajar siswa. Hal ini mengurangi kualitas pembelajaran.

Dari sini, berbagai solusi dikembangkan lebih lanjut. Pembelajaran hybrid atau sistem pembelajaran campuran antara pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online dan pembelajaran tatap muka (PTM) atau offline dipandang sebagai solusi yang paling tepat untuk permasalahan tersebut.

Berikut ini adalah kisah dua sekolah yang telah merasakan manfaat langsung dari pembelajaran hybrid.
Ilustrasi pembelajaran di kelas. (Ketamakan)
Ilustrasi pembelajaran di kelas. (Ketamakan)

SMP Gita Kirtti 5, Jakarta

SMP Gita Kirtti 5 atau lebih dikenal dengan SMP GiKi 5 adalah sebuah sekolah menengah pertama swasta di Jakarta Pusat.
Didukung oleh GliaStudio

Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), SMP GiKi 5 telah menerapkan berbagai cara untuk mendukung pembelajaran seperti: B. Video conference, news group online atau home visit bagi siswa yang merasa kurang paham.

Sayangnya, pesan sering diabaikan oleh siswa, dan masalah waktu dan jarak membuat upaya ini kurang efektif.

Untuk menyiasatinya, diterapkan pula sistem pembelajaran hybrid menggunakan Learning Management System (LMS) dari SMP GiKi 5.

LMS digunakan untuk mempermudah penyampaian materi kuliah, pembagian tugas, pemberian nilai dan sertifikat, serta komunikasi dengan orang tua.

Dyaz Saputri, salah satu guru SMP GiKi 5, meyakini karena dirancang sebagai solusi permasalahan pembelajaran online, dapat meningkatkan hasil belajar dan minat siswa.

Setelah sembilan bulan menerapkan sistem pembelajaran hybrid dan menggunakan LMS, telah terbukti juga membantu meningkatkan keterlibatan siswa dan meningkatkan kehilangan belajar di antara siswa di SMP GiKi 5.

Selain itu, penggunaan teknologi pendidikan juga memudahkan manajemen dan komunikasi antara guru, siswa dan orang tua. Tidak lagi kewalahan mengelola informasi dalam pesan grup, siswa dan orang tua memiliki ruang pribadi untuk aktivitas sekolah dan rumah yang dulunya menjadi penghalang.

“Saat PTS semester lalu (Semester I 2021/2022), kami meminta Gredu untuk menyajikan fungsi rapor untuk PTS. Gredu cepat memenuhi kebutuhan ini. Artinya kami tidak perlu repot mengetik rapor siswa kami. nilai dan memasukkan kembali mereka biaya. ” kata Dyaz.

SDN Curug, Jawa Barat

SDN Curug adalah sekolah dasar negeri yang dikenal sebagai sekolah perintis literasi di Cibinong, Jawa Barat. Tak lama setelah Covid-19 muncul di Indonesia, SDN Curug memikirkan pelajaran yang tepat untuk dipetik dalam menghadapi pandemi.

Setelah mencoba menggunakan formulir digital untuk tugas dan ujian, SDN Curug tidak puas karena sistem memaksa guru untuk bekerja dua kali.

Untuk meningkatkan pembelajaran hybrid, SDN Curug menerapkan Learning Management System (LMS) di sekolah. LMS digunakan untuk memudahkan guru dalam mengajukan pertanyaan, hadir, memberikan tugas, mereview pekerjaan siswa, dan menghasilkan laporan semester.

Hal ini juga sangat membantu dan bermanfaat bagi para guru SDN Curug. LMS juga dikatakan memberikan manfaat tambahan bagi orang tua untuk memantau tugas dan nilai anaknya di rumah.

Meskipun siswa kini telah kembali ke kelas tatap muka, namun dengan menggunakan LMS justru membuat kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien.

“Dengan keterbatasan jam di sekolah, guru harus berpikir ekstra untuk memaksimalkan pelajaran. Menggunakan LMS kami dapat mengirim materi dan mendorong siswa untuk membacanya sebelum kelas dimulai. Jadi pembelajaran di kelas fokus pada pertanyaan dan lebih mendalami diskusi,” ujarnya Umm Hani, guru di SDN Curug.

LMS Gredu sebagai solusinya

Kedua sekolah yang disebutkan di atas menunjuk Gredu sebagai mitra untuk digit

 

Baca Juga :

https://simlitabmas-upr.id/
https://rsiabundasejati.co.id
https://wulingfinance.co.id
https://covid19ppni.id
https://male.co.id