Pelajar Kota Bandung Tangkal LGBT dengan Ikrar Bandung Santun

Pelajar Kota Bandung Tangkal LGBT dengan Ikrar Bandung Santun
Pelajar Kota Bandung Tangkal LGBT dengan Ikrar Bandung Santun

Pelajar Kota Bandung Tangkal LGBT dengan Ikrar Bandung Santun

Pelajar Kota Bandung Tangkal LGBT dengan Ikrar Bandung Santun
Pelajar Kota Bandung Tangkal LGBT dengan Ikrar Bandung Santun

Ratusan ribu anak jenjang TK, SD dan SMP se-Kota Bandung memperingati Hari Belajar

di Luar Kelas sedunia. Bersamaan dengan itu, para siswa juga melakukan Ikrar Bandung Santun.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung DR H Elih Sudiapermana M.Pd mengatakan, kesekian kalinya ikut Dinas Pendidikan Kota Bandung berkontribusi gerakan sedunia kegiatan belajar di luar kelas. ”Kegiatan itu mengingatkan bahwa pembelajaran bisa dilakukan berbagai bentuk, pendekatan dan metode,” kata Elih kepada Jabar Ekspres di SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Kamis (1/11).

NILAI LUHUR: Kepala Dinas pendidikan Kota Bandung DR H Elih Sudiapermana M.Pd saat mempresentasikan Ikrar Bandung Santun di hadapan ratusan siswa SMPN 2 Bandung serta para guru dan kepala sekolah se-Kota Bandung, kemarin (1/11).

Dia berharap, para guru bisa lebih kreatif mencari cara menyampaikan pembelajaran dengan baik.

Dari kegiatan itu, kata dia, bisa ditarik kesimpulan jika siswa lebih ceria dan tidak stres ketika dibawa keluar kelas.

”Harapannya, mereka bisa membawa rasa senang dan ceria itu bisa terbawa di dalam kelas,” kata Elih sambil menambahkan, metode belajar di luar kelas tersebut bisa diterapkan atas kebijakan masing-masing sekolah.

Di samping itu, Elih juga mengatakan, kegiatan hari itu juga dibarengi dengan Ikrar Bandung Santun. Deklarasi itu dibuat sebagai penangkis pergaulan yang buruk. Termasuk menjurus ke tindakan senonoh dalam pergaulan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

”Dari berbagai pandangan, buruknya pergaulan itu dipengaruhi keseharian mereka.

Makanya kita membentuk mereka dengan membiasakan mengucapkan tiga kata santun,” kata Elih.
Tiga kata santun yang dimaksud, pertama kata maaf. Kedua selalu berterima kasih. Ketiga mengucapkan selamat dalam artian mengapreasiasi.

”Bentuknya bisa bahasa Sunda, kalimat toyibah bagi yang muslim tapi intinya bagaimana si anak duduk dalam satu sistem yang bersinggungan dengan orang lain secara positif,” tuturnya.

Dia menegaskan, Ikrar Bandung Santun itu janji untuk mereka sendiri. Ikrar tersebut hanya mendorong siswa menjadi pelopor dan juga pelapor nilai kesantunan di kalangan pelajar Kota Bandung dan di lingkungan.

”Termasuk saling mengingatkan ketika ada yang salah. Kalau pun tidak bisa ditegur oleh temannya, maka guru konseling yang berperan mengajarkan. Intinya kita harus menciptakan suasana yang selalu positif,” urainya.

Plh Sekretaris Daerah Kota Bandung Evi S. Shaleha mengatakan, belajar di luar kelas penting dilakukan supaya anak tetap bersemangat belajar. Tapi yang lebih utama, ada pribadi dari siswa itu sendiri. ”Kalau mau jadi pemimpin yang jujur, pupuk kepada siswa nilai-nilai kesopanan. Harapannya, ketika mereka menggantikan kita nanti, sudah memiliki pondasi yang baik,” kata Evie.

 

Baca Juga :