Menkominfo ajak masyarakat bijak berinternet saat “social distancing”

Menkominfo ajak masyarakat bijak berinternet saat social distancing

Menkominfo ajak masyarakat bijak berinternet saat “social distancing”

Menkominfo ajak masyarakat bijak berinternet saat social distancing

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate mengajak masyarakat untuk bijak saat berselancar di ruang digital dan internet di tengah imbauan menjaga jarak sosial, social distancing, sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi virus corona COVID-19.

“Peningkatan traffic meningkat tinggi sejak tren ini. Kita harus jaga biar bisa efisien penggunaannya. Kita harus gunakan dengan cerdas agar tidak ada over-traffic,” kata Menteri Johnny di sela-sela konferensi pers daring yang dilakukan di Jakarta, Senin.

Baca juga: Kominfo jaring 242 hoaks tentang virus corona

Baca juga: Kominfo sebar SMS broadcast tentang virus corona

Hal yang bisa dilakukan masyarakat, lanjut dia, antara lain tidak menggunakan ruang internet secara ilegal, seperti mengakses situs perfilman ilegal, membuat dan menyebarkan hoaks, dan lain sebagainya. Menggunakan ruang internet secara ilegal bisa menyedot bandwith internet yakni kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik.

“Karena selain ilegal, juga akan menyedot bandwidth yang akan

mengganggu keseluruhan traffic. Kita harus cerdas untuk menggunakan untuk kegiatan positif dan benar ketika menggunakan ruang digital,” kata Johnny.

Menurut dia, ketersediaan bandwidth harus dijaga di tengah masifnya penggunaan internet di Indonesia untuk kebutuhan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah sesuai imbauan pemerintah.

“Suplai bandwidth kita harus dijaga,” kata dia.

Para penyedia layanan internet, kata Johnny menyediakan bandwidth yang cukup dan layanan yang prima.

“Jangan gunakan internet untuk hal yang belum jadi prioritas sehingga kegiatan social distancing bisa dilakukan dengan prima,” jelasnya.

Lebih lanjut, Johnny mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat

dan menyebarkan berita bohong atau hoaks di tengah situasi pandemi yang terjadi. Hingga hari ini (23/3), tercatat sebanyak 305 hoaks yang dideteksi Kementerian Kominfo.

“Per hari ini ada 305 hoaks. Kita minta agar masyarakat

menggunakan ruang digital dengan cerdas,” kata dia.

“Saya ingatkan bahwa produksi dan sebarkan hoaks merugikan diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Tidak membantu memutus alur penyebaran COVID-19, malah meresahkan masyarakat,” kata dia.

 

sumber :

https://pendidikan.co.id/seva-mobil-bekas/