Kominfo uji coba frekuensi komunikasi kebencanaan

Kominfo uji coba frekuensi komunikasi kebencanaan

Kominfo uji coba frekuensi komunikasi kebencanaan

Kominfo uji coba frekuensi komunikasi kebencanaan

Kementerian Komunikasi dan Informatika menguji coba frekuensi radio 700 MHz yang digunakan untuk keperluan komunikasi ketika terjadi bencana.

“Frekuensi 700 MHz di dunia dinamakan Digital Dividend, sebagian dialokasikan

untuk kebencanaan, sebagian untuk mendukung broadband,” kata Menkominfo Rudiantara saat meresmikan uji coba di Plasa Telkom, Pangandaran, Jawa Barat, Selasa.

Frekuensi 700 MHz punya julukan sebagai frekuensi emas karena frekuensinya relatif rendah dibandingkan frekuensi digunakan untuk keperluan seluler. Frekuensi renda itu punya keunggulan cakupan yang lebih luas.

Di Indonesia, frekuensi itu telah digunakan oleh televisi analog. Secara internasional

, lanjut Rudiantara, frekuensi 700 MHz telah disepakati untuk digunakan sebagai komunikasi kebencanaan.

Kominfo memilih Pangandaran sebagai lokasi Uji Coba Penyelenggaraan Layanan Radio Komunikasi untuk Perlindungan Publik dan Penanggulangan Bencana karena frekuensi 700 MHz tidak banyak digunakan oleh televisi analog di daerah itu.

Baca juga: Penataan ulang pita frekuensi seluler diselesaikan

Selain itu, Pangandaran termasuk wilayah dengan indeks bencana

yang cukup tinggi. Pangandaran pernah dilanda tsunami pada 2006.

Uji Coba Penyelenggaraan Layanan Radio Komunikasi untuk Perlindungan Publik dan Penanggulangan Bencana berlangsung selama satu bulan, mulai 9 April hingga 9 Mei.

Uji coba itu melibatkan sejumlah perusahaan penyedia perangkat seluler yaitu Motorola, Nokia, Huawei, Hytera dan Inti, dengan dukungan teknis dari PT Telkom.

 

sumber :

https://merekbagus.co.id/seva-mobil-bekas/