Kecurangan Baru, Pendaftar PPDB SMA di Rembang Gunakan SKD Invalid

Kecurangan Baru, Pendaftar PPDB SMA di Rembang Gunakan SKD Invalid
Kecurangan Baru, Pendaftar PPDB SMA di Rembang Gunakan SKD Invalid

Kecurangan Baru, Pendaftar PPDB SMA di Rembang Gunakan SKD Invalid

Kecurangan Baru, Pendaftar PPDB SMA di Rembang Gunakan SKD Invalid
Kecurangan Baru, Pendaftar PPDB SMA di Rembang Gunakan SKD Invalid

Dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) Sekolah Menengah Atas

(SMA) di Kabupaten Rembang ditemukan kecurangan baru yang dilakukan para pendaftar. Para pendaftar curang ini menggunakan surat keterangan domisili (SKD) untuk mendaftar di jalur zonasi.

Saat dikonfirmasi, ketua musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA se Kabupaten Rembang, Djupri menyebut temuan tersebut dilaporkan oleh sejumlah sekolah di Rembang. Sampai saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan secara keseluruhan atas temuan dari beberapa sekolah soal kecurangan tersebut.

“Dalam proses ini jelas ada. Hanya saja jumlahnya belum tahu, karena belum kami inventarisir laporannya. Itu yang SKD memang hanya sedikit, tapi memang ada temuan,” jelas Djupri saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara ketua panitia PPDB SMA Negeri 2 Rembang, Sunarwi menjelaskan

, trik yang digunakan pendaftar adalah melampirkan SKD sebagai bahan acuan ketika mendaftar jalur zonasi. SKD yang digunakan adalah yang lokasinya dekat dengan sekolah, meski tempat tinggal pendaftar jauh dari zonasi.

kecurangan ppdb sma di rembang – berita rembangIa mencontohkan, ada siswa yang dalam Kartu Keluarga (KK) tercantum alamat di Kecamatan Sumber yang berjarak sekitar 17 kilometer dari sekolah, menggunakan SKD di Desa Pengkol Kecamatan Kaliori yang hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari sekolah.

“Mungkin harapannya bisa mempunyai zonasi yang dekat begitu ya.

Ya betul juga kalau dibilang trik, artinya bagaimana bisa masuk dengan cara yang begitu, karena sistem zonasi kan diukur dari tempat sekolah ke balai desa tempat siswa tinggal” katanya saat ditemui, Kamis (4/7/19).

Di SMA Negeri 2 Rembang sendiri, disebutnya ada sebanyak 5 pendaftar yang melampirkan SKD guna mendaftar di jalur zonasi. Namun, 3 diantaranya setelah dilakukan pengecekan didapati data yang invalid.

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/war-escape/