KASN Temukan Dugaan Pelanggaran dalam Mutasi Pegawai Pemkab Jember

KASN Temukan Dugaan Pelanggaran dalam Mutasi Pegawai Pemkab Jember
KASN Temukan Dugaan Pelanggaran dalam Mutasi Pegawai Pemkab Jember

KASN Temukan Dugaan Pelanggaran dalam Mutasi Pegawai Pemkab Jember

 

KASN Temukan Dugaan Pelanggaran dalam Mutasi Pegawai Pemkab Jember
KASN Temukan Dugaan Pelanggaran dalam Mutasi Pegawai Pemkab Jember

Sebuah fail elektronik surat Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) beredar di dunia maya. Surat tersebut perihal rekomendasi atas pelanggaran sistem merit dalam mutasi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Surat bernomor R-3417/KASN/10/2019 tertanggal 15 Oktober 2019 itu ditandatangani Wakil Ketua KASN Tasdik Kinanto. Dalam surat tersebut dijelaskan, KASN telah memeriksa laporan pengaduan terkait mutasi pegawai di tubuh Pemkab Jember, dan menemukan adanya pelanggaran sistem merit dalam mutasi tersebut.

KASN merekomendasikan kepada Bupati Jember Faida sebagai pejabat pembina kepegawaian untuk meninjau kembali dua surat keputusan pengangkatan dalam jabatan.

Pertama, Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 821.2/222/414/2019 tanggal 22 Juli 2019. KASN menemukan, dalam SK tersebut terdapat beberapa pegawai negeri sipil yang diberhentikan dalam jabatan dan diangkat dalam jabatan baru dengan tidak memperhatikan kualifikasi, kompetensi, dan prestasi kerja dari PNS dimaksud. Selanjutnya agar kepada PNS yang bersangkutan diangkat dalam jabatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam berkas lampiran surat KASN disebutkan, mutasi tiga PNS yang melanggar sistem merit

karena kompetensi dan syarat jabatan tidak sesuai adalah:

1. drg. Nur Cahyohadi, semula menjabat Kepala Bidang Perencanaan Program dan Rekam Medik pada RSD dr. Soebandi, dimutasi menjadi Kepala Bidang Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana.

2. drg. Umi Kusmiati, semula Kepala Seksi Pelayanan dan Penunjang Medik pada RSD Kalisat, dimutasi menjadi Kepala Seksi Pemenuhan Hak dan Peningkatan Kualitas Hidup Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana.

3. Endang Sulistyowati, semula Kepala Bidang Keperawatan pada RSD dr. Soebandi, dimutasi

menjadi Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Diklat pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

SK kedua yang direkomendasikan untuk ditinjau adalah bernomor 821.2/161/414/2019 tertanggal 11 Juni 2019. SK itu merotasi jabatan Ruslan Abdul Gani dari posisi Kepala Badan Kepegawaian dan SDM Jember menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah, dan Yuliani Harimurti yang semulai menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan SDM Jember. Mutasi itu dilakukan tanpa ada uji kompetensi dan tidak melalui rekomendasi dari KASN.

Selain nama-nama di atas, KASN menemukan fakta bahwa Pemerintah Kabupaten Jember

memutasi Lingga Saputra dan Taufiqul Hayat tanpa memperhatikan kesesuaian kualifikasi, kompetensi, prestasi kerja, dan rekam jejak jabatan dan pengalaman bertugas para pegawai, sehingga tidak sesuai dengan sistem merit.

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/makalah-kedisiplinan-sekolah/