Kapan Lobi Dibutuhkan

Kapan Lobi Dibutuhkan
Kapan Lobi Dibutuhkan

Table of Contents

Kapan Lobi Dibutuhkan

Kapan Lobi Dibutuhkan
Kapan Lobi Dibutuhkan
  • Ketika situasi hubungan dalam kondisi genting. Satu sama lain saling mengambil jarak atau bahkan resisten berhubungan
  • Ketika situasi hubungan dalam keadaan saling terancam
  • Ketika mulai terjadi saling curiga dan kecurigaan itu diungkap oleh pihak ketiga
  • Ketika disadari ada kesenjangan antara yang diinginkan dengan persepsi yang berkembang di pihak luar
  • Ketika terjadi ketidakselarasan materi, nilai (values), aktualitas, preferensi, referensi, proximitas, influences

Pendekatan Memahami Lobbying

Tugas utama pelobi adalah berusaha mempengaruhi orang lain untuk suatu tujuan tertentu, tetapi ia tidak mempunyai wewenang menentukan hasil akhir, kecuali jika dia melakukan tugas negosiasi dalam fungsi transaksi.lobi sebagai kegiatan mendukung pembentukan dan peguatan citra dengan demikian merupakan kegiatan komunikasi yang tidak terbatas. Cara lobi sebagaimana dimaksud disederhanakan sebagai sebuah pendekatan. Pendekatan merupakan cara yang paling dominan dan diandalkan, meskipun pada akhirnya harus diperkuat dengan pendekatan yang lain. Dengan pendekatan itu akan dapat ditunjukkan konsentrasinya sehingga menjadi karakteristik yang konsisten.

  • Pendekatan brainstorming

Pendekatan ini menitikberatkanpada asumsi bahwa citra diri tentang diri sendiri dan orang lain diperoleh melalui proses komunikasi yang intensif. Pendekatan ini biasanya digunakan ketika seorang pelobi belum membawa maksud dan tujuan kecuali menjajaki segala kemungkinan.

  • Pendekatan pengkondisian

Berangkat dari asumsi teoritik conditioning, bahwa selera, sikap,pikiran, dan sebagainya dapat dibentuk melalui kebiasaan. Karena itu, pendekatan ini menitikberatkan pada upaya melobi untuk membangun kebiasaan baru.

  • Pendekatan networking

Berangkat dari asumsi bahwa seseorang bertindak acap kali dipengaruhi oleh lingkungannya. Lobi dalam konteks ini tujuannya mencari relasi sebanyak-banyaknya lebih dahulu, bukan berorientasi kepada hasilnya.

  • Pendekatan transaksional

Berpijak kepada pandangan bahwa apa pun yang dikorbankan harus ada hasilnya, apa pun yang dikeluarkan harus kembali, apa pun yang dikerjakan ada ganjarannya.

  • Pendekatan institution building

Ketika sebagian besar orang resistensi terhadap suatu gagasan perubahan, maka pendekatan melembagakan tujuan gagasan merupakan alternative yang dapat dipakai, sebab ada kalanya orang menolak sesuatu bukan karena dirinya tidak tahu manfaat, keguanan, faedah, dan sebagainya, melainkan karena didorong oleh pertimbangan tidak mau terlineasi dari lingkungannya.

  • Pendekatan cognitive problem

Pendekatan ini menitik beratkan pada terbentuknya keyakinan, semakin mampu meyakinkan semakin manemukan saran

  • Pendekatan five breaking

Pendekatan ini banyak diperguaan oleh pelaku kehumasan untuk mengalihkan perhatian pada isu yang merugikan dengan menciptakan isu lain

  • Pendekatan manipulasi power

Mempengaruhi orang dengan menghadirkan simbol kekuatan tertentu.

  • Pendekatan cost and benefit

Penedekatan ini dilakukan ketika orang lain menganggap harga yang ditawarkan terlalu tinggi, sementara pelobi tidak mungkin merendahkannya, apalagi kewenangan negosiasi soal harga tidak di tangannya, maka yang dilakukan pelobi adalah dengan menunjukkan kelebihan manfaatnya.

  • Pendekatan futuristic

Pendekatan ini dilakukan manakala mengetahui bahwa kilien belum memiliki kebutuhan saat ini, maka harus diberi gambaran tentang masa depan yang harus diantisipasi oleh klien.