JPPI Nilai Aturan Zonasi Sekolah tidak Tepat Sasaran

JPPI Nilai Aturan Zonasi Sekolah tidak Tepat Sasaran
JPPI Nilai Aturan Zonasi Sekolah tidak Tepat Sasaran

JPPI Nilai Aturan Zonasi Sekolah tidak Tepat Sasaran

JPPI Nilai Aturan Zonasi Sekolah tidak Tepat Sasaran
JPPI Nilai Aturan Zonasi Sekolah tidak Tepat Sasaran

Sistem zonasi sekolah yang telah dijalankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemendikbud) mendapatkan protes dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).

Mereka mendesak pemerintah mengkaji ulang kebijakan sistem zonasi sekolah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyatakan sistem zonasi bisa menimbulkan masalah baru karena kualitas sekolah di Indonesia belum merata.

”Jadi ketika [zonasi] diberlakukan secara nasional, kami melihat kualitas sekolah berbedabeda

. Tetapi [zonasi] dipaksakan [berlaku] supaya orang bisa bersekolah di sekolah yang dekat,” kata Ubaid.

”Ketika ada sekolah dengan kualitas jelek, [misalnya] gurunya jarang masuk sehingga muridnya lebih banyak bermain, kemudian rumah saya dekat situ, masa tega memasukan anak ke sekolah itu,” terangnya.

Oleh karena itu, menurut Ubaid, perlu dilakukan pemetaan wilayah terlebih dulu

untuk mengetahui sekolah mana saja yang kualitasnya sudah membaik, sebelum sistem zonasi diberlakukan. Menurut dia, saat ini sistem zonasi belum layak diberlakukan secara nasional.

”Bagaimana dengan daerah yang bisa berjam-jam dan berkilo-kilo perjalanan siswa menuju sekolah terdekat dengan rumahnya,” ujarnya. Ubaid menilai pemerataan distribusi siswa melalui sistem zonasi yang dimaksud pemerintah belum tepat, karena tidak menimbang dulu aspek lokal

 

Sumber :

https://s.id/78Z9S