Industri Cetak Harus Terampil di Bidang Flexografi

Industri Cetak Harus Terampil di Bidang Flexografi
Industri Cetak Harus Terampil di Bidang Flexografi

Industri Cetak Harus Terampil di Bidang Flexografi

Industri Cetak Harus Terampil di Bidang Flexografi
Industri Cetak Harus Terampil di Bidang Flexografi

Memperingati hari ulang tahun yang ke-50, SMK Grafika Mardi Yuana Bogor menggelar seminar nasional bertajuk

“Teknik Cetak Flexografi” di Aula Santo Michael, Gereja Santo Fransiskus, Sukasari, Bogor, Selasa (22/1).

“flexografi merupakan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang grafika yang saat ini sedang tren. Karena itu penting bagi para guru dan pelaku industri cetak untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang flexografi,” ujar Kepala SMK Grafika Mardi Yuana Bogor, Theresia Hardiyanti.

Theresia menjelaskan, terjadi perubahan pengembangan teknologi dari percetakan offset menuju cetak flexografi.

“Kini industri-industri lebih sering menggunakan cetak flexografi ketimbang cetak offset

. Karena itu kami memandang ini adalah peluang bagi lulusan SMK agar dapat memenuhi keinginan akan tenaga kerja di bidang flexografi,” katanya.

Pihaknya, lanjut Theresia, berharap dari seminar ini para guru dapat membekali murid-muridnya pengetahuan dan keterampilan flexografi. “Apalagi kini flexografi sudah masuk dalam kurikulum,” imbuhnya.

SMK Grafika Mardi Yuana Bogor sudah banyak meluluskan ribuan siswa yang terserap di industri-industri cetak

. “Pada Januari ini saja banyak perusahaan yang telah merekrut siswa kami. Jadi setelah lulus mereka siap bekerja,” katanya.

Sekitar 70 peserta yang terdiri dari guru dan pelaku industri yang berasal dari Medan, Semarang, Solo, Malang dan Jabodetabek mengikuti seminar tersebut.

Ketua bidang Pendidikan Asosiasi Perhimpunan Industri Corrugated Cardboard Indonesia (PICCI) Salim Lim menjelaskan, selain tengah mengalami perkembangan pesat, flexografi juga ramah lingkungan.

“Dibanding cetak offset, cetak flexografi ramah lingkungan karena bahannya cepat derai dan bersatu dengan alam. Selain itu bahan flexografi dapat didaur ulang, sehingga tidak mengeksploitasi sumber daya alam yang ada seperti pohon dan kayu. flexografi ikut menjaga kelangsungan ekosistem,” ujar Salim.

Dia mengakui, saat ini banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidang flexografi. “Karenanya kami terus menjalin kerja sama khususnya dengan SMK Grafika karena murid-muridnya memiliki potensi untuk bekerja pada industri tersebut,” pungkas Salim.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/