Evaluasi Moral dan Pendidikan Karakter

Evaluasi Moral dan Pendidikan Karakter

Ada sejumlah program edukasi karakter dengan mendorong hasil evaluasi. Proyek pengembangan karakter (CDP) mempunyai lebih dari 18 tahun keterlibatannya di sejumlah sekolah K-6, dan di sekolah di mana guru menerima pengembangan staf dan sokongan di lokasi lebih dari 52 persen dari variabel hasil siswa mengindikasikan Perbedaan. Pramuka Amerika mengembangkan Learning for Life kurikulum pada mula 1990-an guna sekolah dasar. Kurikulum yang terdapat secara komersial dan berdiri sendiri ini mengajarkan nilai moral inti, laksana kejujuran dan tanggung jawab. Dalam eksperimen terkontrol berskala besar yang melibatkan 59 sekolah, murid yang terkena pada pelajaran Learning for Life mengindikasikan keuntungan yang signifikan terhadap pemahaman mereka mengenai nilai inti kurikulum, namun mereka pun dinilai oleh guru mereka untuk mendapat disiplin diri yang lebih banyak dan keterampilan untuk tetap pada tugas.

Namun, penilaian dan evaluasi dalam karakter dan edukasi moral yang terbaik dicerminkan sebagai kegiatan yang sedang berlangsung. Bidang ini disangga kembali oleh kurangnya baterai yang diterima instrumen handal, kurangnya kesepakatan yang luas pada pribadi atau sekolah hasil, dan oleh sifat jangka pendek dari mayoritas studi yang ada. Rumit keterbatasan ini ialah salah satu yang lebih besar: kurangnya kesepakatan teoritis dari karakter apa. Karakter manusia ialah salah satu entitas lengkap yang menjadi subyek siswa dari filsafat ke teologi, dari psikologi sampai sosiologi. Lebih jauh, bahkan dalam disiplin ilmu ini terdapat yang berlomba dan berlawanan teori dan pemahaman mengenai sifat karakter manusia. Tapi meskipun tantangan penilaian yang menakutkan, mereka kerdil oleh besarnya kemauan komunitas dewasa untuk menyaksikan bahwa anak anda mempunyai kompas moral dan kelaziman baik dasar guna karakter suara.

Sumberhttps://telegra.ph/Beasiswa-S1S2-Fashion-di-Paris-Bebas-Biaya-Pendidikan-dari-IFA-01-31