ECONOMY DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

ECONOMY DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI
ECONOMY DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

ECONOMY DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

ECONOMY DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI
ECONOMY DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

Di era globalisasi, banyak pertumbuhan ekonomi yang tejadi di dunia khusunya di negara berkembang seperti Indonesia. Hasilnya dari pertumbuan tersebut adalah banyak bermunculan pabrik-pabrik dengan mesin canggih dan kekayaan alam Indonesia mulai dieksploitasi, akhirnya Indonesia pun memilih fase industrialisasi.

Sudah tentu ada harga mahal yang harus dibayar atas pilihan itu, mengingat pertumbuhan industri ternyata tidak selalu berdampak positif. Diakui atau tidak, pembangunan industri kita selama ini adalah pembangunan yang mengerikan bagi masyarakat banyak dan makhluk hidup lainnya. Bukan saja karena rutin merusak lingkungan alam, tetapi juga merusak kehidupan sosial masyarakat, jauh dari rasa keadilan dan minim kontribusi bagi masyarakat.

Sebagai contoh, industri kelapa sawit. Industri ini sering kali dinilai sebagai salah satu biang dari banyaknya kerusakan hutan di Kalimantan dan Sumatera. Selain itu, industri sawit sering pula dituding sebagai pengekspor asap ke negeri tetangga. Tetapi, yang menjadi pertanyaan penting adalah bagaimana kontribusi industri kelapa sawit? Ironis sekali bila dikaitkan dengan nasib para petani kelapa sawit yang belum sejahtera, padahal kerusakan alamnya sangatlah luar biasa. Dampak yang lebih mengerikan lagi adalah hutan yang dijadikan perkebunan berakibat mengganggu hewan-hewan yang hidup di hutan tersebut. Sehingga banyak hewan yang berkeliaran mencari makan di kawasan tempat tinggal dan perkebunan milik warga masyarakat yang tinggal di dekat hutan. Hal ini terjadi karena sulitnya mencari bahan makanan untuk makan. Masyarakat yang geram akan tingkah laku mereka pun akhirnya memilih untuk membunuh hewan-hewan tersebut seperti yang terjadi belum lama ini, masyarakat memburu orang utan yang merusak dan mengambil hasil perkebunan mereka. Padahal orang utan merupakan hewan angka yang dilindungi, jika ini terjadi terus menerus akan berdampak pada puanhnya hewan tersebut.

Melihat ancaman yang begitu besarnya, muncullah gagasan untuk menerapkan green economy. Gagasan tentang green economy bila dilihat dari namanya memang merupakan sebuah istilah yang sangat baik. Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, sebenarnya konsep green economy ialah manifestasi dari pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Green economy diharapkan dapat berperan untuk menggantikan model ekonomi “penjahat” yang boros, timpang, dan tidak ramah lingkungan. Green economy dibangun atas dasar kesadaran akan pentingnya ekosistem yang menyeimbangkan aktivitas pelaku ekonomi dengan ketersediaan sumber daya. Selain itu, pendekatan green economy dimaksudkan untuk mensinergikan tiga nilai dasar yakni: profit, people, dan planet. Pandangan ini mengimbau agar para pelaku ekonomi bukan hanya memaksimalkan keuntungan semata, tetapi juga harus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat serta turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/