Deskripsi Objek yang dianalisis

Deskripsi Objek yang dianalisis

Deskripsi Objek yang dianalisis

Deskripsi Objek yang dianalisis

Puisi

Puisi adalah karya tulis yang indah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.

Puisi merupakan ungkapan perasaan dan pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu.

–          Menurut Sumardi

Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata khas (Imajinatif).

–          Menurut J. Waluyo

Puisi adalah genre sastra yang paling banyak menggunakan kata kias

–          Menurut Thomas Carlyle

Puisi merupakan ungkapan pikiran yang bersifat musical

–          Menurut Herbert Spenser

Puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang sifatnya emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan.

  1. Struktur Fisik Puisi

–    Perwajahan Puisi (Tipografi)

Tipografi adalah bentuk puisi seperti halaman yang dipenuhi kata-kata, tepi, kanan, kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, hal-jal tersebut sangat menentukan dalam pemaknaan terhadap puisi.

–    Diksi

Diksi yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya, karena itu puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal. Maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.

–    Imaji

Imaji yaitu kata-kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga yaitu suara, penglihatan, raba atau sentuh.

Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengarkan dan merasakan seperti apa yang dirasakan dan dialami penyair.

–    Kata Konkret

Kata konkret yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indra yang memungkinkan munculnya imaji kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lembang.

–    Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah bahasa terbias yang dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. (Soedjito, 1986:128)

Bahasa figurative menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna (Waluyo, 1987 : 83).

–    Rima dan Irama

Rima adalah persamaan bunyi pada puisi baik diawal, tengah, dan akhir baris puisi, sedangkan irama adalah lagu kalimat yang digunakan dalam mendeskripsikan puisinya.

  1. Struktur Batin Puisi

–    Tema atau makna

Media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.

–    Rasa

Rasa yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya.

–    Nada

Nada yaitu sikap penyair terhadap pembacanya

–    Amanat

Amanat yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembacanya.


Baca Juga :