Cara Menginformasikan Tanda-Tanda Bencana Alam

Cara Menginformasikan Tanda-Tanda Bencana Alam

Cara Menginformasikan Tanda-Tanda Bencana Alam

Cara Menginformasikan Tanda-Tanda Bencana Alam

Pemberian informasi tentang tanda-tanda bencana alam sangat diperlukan oleh masyarakat setempat agar dapat menentukan tindakan yang harus dilakukan. Misalnya informasi tentang : status gunung berapi, keadaan volume di pintu air atau bendungan, kemungkinan terjadinya tsunami saat terjadinya gempa, dan pemantauan dari satelit tentang hot spot.Pada umumnya informasi disebarkan melalui berbagai media komunikasi seperti radio, telepon, televisi, dan internet. Masyarakat perlu mendapatkan informasi ini. Mengapa ? Alasannya adalah sebagai berikut :

  1. Kurangnya Pengetahuan Masyarakat

Pengetahuan masyarakat akan tanda-tanda bencana alam hanya berdasarkan pada pengalaman yang sudah terjadi bahkan sebagian masyarakat sulit untuk menerima informasi ilmiah tentang tanda-tanda bencana alam.

  1. Kurangnya Informasi dari Pemeritahan

Daerah yang jauh dari jangkauan pengawasan pemerintah mengalami kesulitan untuk dideteksi secara cepat adanya tanda-tanda bencana alam yang akan terjadi. Pemberian informasi ini harus dilakukan secara kontinu.

  1. Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Kesadaran masyarakat pada daerah-daerah rawan bencana masih cukup rendah. Hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Sehingga terjadi persaingan dalam memenuhi kebutuhan hidup yaang membuat masyarakat belum berpikir panjang akan bahaya bencana alam yang mengancam.

            Ada cara yang tepat untuk menginforasikan tanda-tanda bencana alam pada masyarakat, yaitu dengan mendirikan Pusat Informasi Bencana Alam. Pusat Informasi Bencana Alam akan menjadi pusat rujukan informasi masyarakat dalam mengenali bencana alam baik jenis, faktor penyebab maupun tindakan yang harus dilakukan jika terjadi bencana alam. Pusat Informasi ini di bangun di daerah yang rawan bencana alam. Pusat informasi ini juga menyediakan database informasi dan tempat penyebarluasan semua hal mengenai bencana alam diantaranya berupa :

  1. Pembuatan Media Informasi Bencana Alam

Media informasi ini bisa berupa barang cetakan, pamflet,leaflet,komik popular serta dapat berupa video, rekaman suara dan sebagainya. Jika memungkinkan pemerintah menyediakan saluran telepon darurat atau pusat informasi/pengaduan (call center).

  1. Penyuluhan dan Sosialisasi Bencana Alam

Kegiatan ini bisa bekerja sama dengan LSM yang menangani masalah bencana alam.

  1. Panduan Menghadapi Bencana Alam

Dalam persiapan menghadapi bencana alam kemungkinan terjadinya bencana alam harus ada panduan (prosedur) dan tata cara menghadapi bencana alam. Dengan demikian masyarakat dapat mengambil upaya penyelamatan diri apabila terjadi bencana alam.

  1. Pemetaan Daerah Rawan Bencana

Pemetaan daerah rawan bencana dan zonasi daerah bahaya perlu dilakukan serta prakiraan resiko. Peta ini dibuat melalui survei yang mendetail oleh pihak-pihak terkait seperti BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) dan PVMBG (Pusat Vulknologi dan Mitigasi Bencana Geologi).

Bagaimana cara menginformasikan tanda-tanda bencana alam ? berikut ini cara-cara yang digunakan untuk menginformasikan tanda-tanda bencana alam kepada masyarakat.

  1. Penyebaran Layanan Masyarakat melalui pamflet atau poster mengenai tanda-tanda bencana alam.
  2. Pemukulan kentongan untuk wilayah yang jumlah penduduknya tidak teralalu banyak sehingga mudah mengumpulkan warga untuk berkoordinasi.
  3. Bunyi sirine untuk daerah yang cakupannya lebih luas.

Sumber: https://airborn.co.id/instagram-uji-fitur-repost-dan-stiker-gif/