Resmikan Pusat Pengajaran Motor Listrik GESITS

Resmikan Pusat Pengajaran Motor Listrik GESITS
Resmikan Pusat Pengajaran Motor Listrik GESITS

Resmikan Pusat Pengajaran Motor Listrik GESITS

Resmikan Pusat Pengajaran Motor Listrik GESITS
Resmikan Pusat Pengajaran Motor Listrik GESITS

Motor listrik GESITS menjadi andalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam hal produk inovasi yang dapat dikembangkan ke industri. Untuk semakin memantapkan kiprahnya, GESITS membuka teaching industry alias pusat pengajaran dan industri. Itu dimaksudkan agar para mahasiswa semakin berpengalaman dan memiliki daya saing di dunia kerja.

Peresmian tempat di Gedung Motor Listrik Nasional (Molina) ITS itu disaksikan langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir. Kegiatan tersebut memang didanai Kemenristekdikti agar menjadi pelecut bagi peneliti perguruan tinggi untuk merealisasikan riset mereka.

”Riset yang sebatas publikasi dan tidak diserap industri bukan termasuk inovasi,” tegasnya. Karena itu, teaching industry yang berada di bawah Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS tersebut diharapkan bisa menciptakan motor listrik berkualitas dengan harga kompetitif.

Nasir berharap kehadiran motor listrik dapat menggeser kebutuhan motor di Indonesia. Inilah saatnya produk buatan anak negeri mampu menggeser kebutuhan motor di Indonesia.

Menurut Nasir, hal itu dapat terlaksana apabila pola pikir masyarakat ikut berubah.

Selama ini, mereka suka membeli produk buatan luar negeri karena dianggap berkualitas lebih baik. ”Kalau mindset-nya diubah, membeli produk dalam negeri berarti mendukung produk inovasi anak bangsa. Maka, produk lokal kita akan berjaya,” paparnya.

Untuk itu, Nasir berjanji membeli GESITS sebagai bentuk dukungan terhadap produk asli buatan anak negeri. Dia juga berupaya agar sepeda motor berbentuk skuter tersebut bisa digunakan secara masal. ”Yang penting ada di jalan dulu,” katanya.

Rektor ITS Prof Joni Hermana menjelaskan bahwa pusat pengajaran dan industri itu bertujuan untuk mempersiapkan proses produksi secara masal. Di situ ada delapan titik proses perakitan. Mulai rangka, sistem kemudi, hingga aksesori dan tes fungsi serta performa. Setiap titik hanya memerlukan waktu lima menit untuk merampungkan pekerjaan. Karena itu, bisa dikatakan, setiap lima menit sekali akan lahir motor baru yang siap digunakan.

Pusat pengajaran dan industri itu belum bersifat komersial. Namun,

sepeda motor yang telah dihasilkan dari penelitian tersebut akan dibeli ITS. ”Nanti kendaraan operasional di ITS menggunakan GESITS,” ungkapnya.

Keberadaan GESITS di ITS juga mendukung program kampus hijau. Sebab, motor yang tidak menggunakan bahan bakar minyak itu otomatis bebas polusi. Bahkan, suaranya halus, hampir tidak terdengar sama sekali.

Selain melibatkan mahasiswa ITS dan lulusan perguruan tinggi, teaching industry

dengan tim 25 teknisi tersebut melibatkan lulusan SD, SMP, dan SMK dalam proses pembuatannya. ”Berbagai lulusan jenjang pendidikan kami siapkan untuk berkontribusi di industri perakitan sepeda motor listrik Indonesia,” tambah Direktur PUI SKO ITS Dr Muhammad Nur Yuniarto.

Selain meresmikan teaching industry, kemarin Menristekdikti menandatangani motor GESITS edisi Merah Putih. Juga dilakukan penyerahan satu unit produksi motor GESITS pertama kepada rektor ITS untuk operasional di kampus ITS.

 

Baca Juga :