Redistribusi Pendapatan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Redistribusi Pendapatan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kamu tentu sudah mengerti kan jika ekonomi itu mempunyai sebuah tujuan? Tujuan dari usaha-usaha ekonomi yang ditunaikan ialah terciptanya kesejahteraan di penduduk secara adil dan merata. Tapi, kamu dulu lihat nggak terdapatnya kesenjangan atau ketimpangan pendapatan di masyarakat?

Tentunya yang tinggal di apartemen itu mempunyai pendapatan yang lebih dibandingkan dengan warga yang tinggal di lingkungan kumuh tersebut. Bahayanya, jika kasus ini dibiarkan, tersedia barangkali timbulnya efek negatif seperti kriminalitas dan peredaran narkoba.

Nah, untuk kurangi kesenjangan tersebut, tersedia sebuah usaha nih yang ditunaikan pemerintah. Namanya redistribusi pendapatan. Apa sih redistribusi pendapatan itu?

1. Pengertian dan Jenis-Jenis Redistribusi Pendapatan

Redistribusi pendapatan itu sanggup kamu pahami sebagai usaha mendistribusikan ulang pendapatan dari penduduk sanggup kepada penduduk yang tidak mampu. Salah satu caranya sanggup ditunaikan dengan lakukan pungutan pajak. Nah, redistribusi ini merupakan suatu bentuk jaminan sosial dari negara kepada penduduk lho, Squad. Redistribusi itu sendiri sanggup dibagi jadi dua yaitu redistribusi vertikal dan redistribusi horizontal.

Redistribusi vertikal ialah kegiatan transfer duwit dari orang yang sanggup kepada orang yang tidak sanggup dari faktor finansial. Redistribusi ini ditunaikan pemerintah atau pribadi.

Kenapa pajak dikaitkan dengan orang bijak? Nah, ini tersedia hubungannya Squad. Jadi, pajak yang dipungut pemerintah dari tiap warga negara (wajib pajak) itu disalurkan dalam bentuk program subsidi pemerintah. Contohnya, dikala kamu membeli pulsa atau membeli di minimarket gitu. Barang-barang selanjutnya harganya sudah terhitung pajak nih Squad. Pajak yang dikumpulkan dari barang-barang selanjutnya lantas masuk ke pemerintah. Nah, dari pemerintah sendiri bakal menyalurkan dalam bentuk subsidi. Misalnya, bahan bakar premium atau barangkali tiket kendaraan umum seperti TransJakarta atau KRL (Commuter Line) di Jabodetabek. Adanya subsidi dari pemerintah menjadikan tiket kendaraan umum selanjutnya jadi murah Squad.

Selain lewat pemerintah, kamu jika mempunyai berlebihan rezeki sanggup terhitung lho menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan. Misalnya, kamu menghendaki menolong korban gempa bumi di Lombok nih, sanggup menyalurkan bantuan kamu lewat instansi kemanusiaan. Beberapa misal instansi kemanusiaan antara lain Palang Merah Indonesia dan Rumah Zakat. Jadi, orang yang taat membayar pajak, secara tidak segera jadi orang yang bijak. Ini dikarenakan orang yang membayar pajak turut dan juga dalam usaha pemerataan ekonomi demi kesejahteraan bersama.

Itu tadi misal redistribusi secara vertikal. Nah jika redistribusi secara horizontal itu lebih gampang tahapannya dan tentu kamu dulu mengalami. Coba, siapa di antara kamu yang dulu menerima duwit dari ayah atau ibu kamu? Kalau di antara kamu tersedia yang pernah, bermakna kamu sudah merasakan redistribusi pendapatan secara horizontal. Yap, redistritribusi secara horizontal ini merupakan transfer duwit antarkelompok, sekiranya dari orang dewasa ke anak-anak. Redistribusi ini berupa siklus kehidupan.

Baca Juga: Permintaan, Penawaran, dan Hubungannya dengan Teknologi

Kenapa dinamakan berupa siklus kehidupan?

Sekarang kan kamu tetap duduk di kelas VIII nih, belum tersedia pendapatan dikarenakan belum bekerja. Nah, sementara nanti kamu dewasa dan mempunyai penghasilan, kamu bakalan jarang menerima duwit dari orang tua kamu. Malah, kamu bakal mengimbuhkan duwit kepada keponakan, sepupu, atau tetangga yang tetap anak-anak sementara tersedia peristiwa tertentu membagi-bagikan uang.

Setelah mengerti pengertian dan jenis-jenis redistribusi pendapatan, sekarang kami pelajari yuk beberapa program dari redistribusi pendapatan yang bertujuan untuk pemerataan ekonomi di Indonesia.

2. Program Redistribusi untuk Pemerataan Pendapatan di Indonesia

Kita semua mengerti bahwa tetap tersedia kesenjangan ekonomi di Indonesia. Kamu nggak perlu ngebayangin jauh-jauh perekonomian di Jakarta dengan di Papua deh. Coba lihat ulang misal kasus di awal artikel ini deh. Di Jakarta saja tetap tersedia kok kesenjangan ekonomi yang belum terselesaikan. Nah, oleh dikarenakan itu pemerintah lakukan beberapa program pemerataan ekonomi. Apa saja program-program tersebut?

Pertama, bantuan jaminan akses kebutuhan primer kepada penduduk tidak mampu.

Apa saja sih kebutuhan primer manusia itu?

Yaa betuull… sandang, pangan, papan. Eitss… namun kesehatan dan pendidikan terhitung terhitung kebutuhan primer lho. Pemberian jaminan akses kebutuhan primer kepada penduduk miskin sudah ditunaikan pemerintah kok Squad. Adanya beberapa jenis kartu seperti Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat merupakan bentuk jaminan yang diberikan pemerintah.

Nggak hanya kartu saja nih Squad, dibentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau yang dikenal dengan BPJS Kesehatan terhitung merupakan tidak benar satu bantuan jaminan bakal akses kebutuhan primer dibidang kesehatan.

Progam kedua yang ditunaikan oleh pemerintah ialah program bantuan kredit lunak. Program bantuan kredit lunak ini bertujuan untuk meminjami modal usaha-usaha kecil sehingga sanggup berkembang. Pemerintah mengimbuhkan kemudahan dengan bantuan bunga yang rendah kepada para pelaku usaha. Program kredit lunak ini dikenal di penduduk dengan nama KUR (Kredit Usaha Rakyat). Nantinya diinginkan tambah banyak bentuk usaha-usaha dari rakyat yang terhadap ujungnya sanggup menyerap tenaga kerja.

Program ketiga yang ditunaikan oleh pemerintah dalam usahanya untuk pemerataan ekonomi ialah pengembangan industri kecil. Program ini dikenal dengan nama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM Mandiri Pedesaan). Adanya PNPM Mandiri Pedesaan ini diinginkan sanggup mempercepat pemerataan pendapatan, penanggulan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di area pedesaan. Kita sama-sama mengerti jika kesempatan kerja di desa itu nggak sebanyak di kota-kota besar. Makanya jangan heran jika kota-kota besar itu tambah padat, ramai, dan akibatnya macet di mana-mana.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/