Profesi Peneliti Kurang ‘Seksi’, Kemenristekdikti Gelar STA Fair

Profesi Peneliti Kurang ‘Seksi’, Kemenristekdikti Gelar STA Fair
Profesi Peneliti Kurang ‘Seksi’, Kemenristekdikti Gelar STA Fair

Profesi Peneliti Kurang ‘Seksi’, Kemenristekdikti Gelar STA Fair

Profesi Peneliti Kurang ‘Seksi’, Kemenristekdikti Gelar STA Fair
Profesi Peneliti Kurang ‘Seksi’, Kemenristekdikti Gelar STA Fair

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)

tengah berupaya meningkatkan minat penelitian bagi anak-anak muda ataupun generasi milenial. Faktanya, hingga saat ini, publikasi penelitian bahkan belum sebanyak negara tetangga seperti Malaysia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati. Dia menyebutkan, dosen-dosen muda Indonesia juga belum banyak yang melakukan penelitian.

“Sekarang publikasi internasional baru 22-23 ribu kan di bulan-bulan ini.

Masih banyak anak-anak muda, dosen, tapi tidak melakukan penelitian,” ujarnya saat ditemui di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Dia pun prihatin terhadap generasi milenial yang cenderung tidak memiliki keinginan untuk menjadi seorang peneliti. Berdasarkan pengalamannya, anak-anak yang duduk di bangku SMA saat ini tidak tertarik terhadap dunia penelitian.

“Setahun yang lalu, di LIPI, begitu anak-anak SMA ditanya nggak ada satu pun yang tunjuk jari mau jadi peneliti. Masih ingat sekali saya, itu agak terketuk, nggak ada sama sekali, itu keprihatinan kita,” tutur dia.

Untuk itu, pihaknya akan menyelenggarakan pameran Science Technology

and Art Fair (STA Fair) pada 14-17 November mendatang di Gedung Filateli, Jakarta Pusat. Kegiatan itu menjadi salah satu upaya menarik para millenials kepada dunia sains.

STA Fair kali ini mengangkat tema ‘peran riset dan teknologi dalam menjadikan maritim sebagai solusi sumber energi pangan dan energi berkelanjutan’. Di pameran itu, pengunjung akan diajak mengenali potensi Indonesia yang luar biasa melalui wagana augmented reality dan video mapping yang interaktif.

“Cara-cara seperti ini kita harap bisa mengetuk hati mereka dari sebagian itu. Syukur anak muda yang baru lulus itu melihat kayak gini mau jadi peneliti,” pungkas Dimyati.

 

Baca Juga :