Kiat Mencegah Fatherless pada Anak-anak

Kiat Mencegah Fatherless pada Anak-anak
Kiat Mencegah Fatherless pada Anak-anak

Kiat Mencegah Fatherless pada Anak-anak

Kiat Mencegah Fatherless pada Anak-anak
Kiat Mencegah Fatherless pada Anak-anak

Pada dasarnya ayah merupakan makhluk sosial yang juga dapat belajar untuk membina relasi

yang hangat dengan anak-anaknya. Ayah dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang terbuka dan hangat, namun masih dalam batasan sopan santun, antara anak dengan orangtuanya.

Psikolog Phebe Illenia Suryadinata menambahkan, kekhasan peran ayah dalam mencegah fatherless harus dilakukan dalam pengasuhan anak aktivitas bermain. Ayah cenderung lebih dapat menjadi teman bermain anaknya.

Hal ini terjadi sejak lahirnya anak hingga masa remaja. ”Karena gaya bermain ayah dapat memberikan stimulasi perkembangan dengan cara yang menyenangkan dan mengajarkan pula pentingnya kerjasama kelompok dan kompetisi,” ulas Phebe.

Pun saat anak menginjak remaja, peran ayah sangat besar dalam memastikan keselamatan anak-anaknya

dari pengaruh lingkungan sosial. Ayah menjadi figur yang sangat kuat dalam menentukan bagaimana seorang remaja bertindak.

Mulai masalah teknis seperti batasan jam malam dan penggunaan uang. Ayah yang demokratis akan mampu memberikan batasan yang diperlukan anak remaja dan pada saat yang bersamaan memenuhi kebutuhan kasih sayang anaknya.

Sementara, ayah yang memperlakukan anaknya sebagai sahabat, namun tidak disertai

dengan pembentukan disiplin dan tanggungjawab (di masa balita dan anak-anak), bisa jadi mengalami pergolakan yang besar.

Contohnya, anak bisa kehilangan batasan rasa hormat dan penghargaan pada figur ayah. ”Meski anak sendiri, jangan terlalu diperlakukan seperti teman sendiri,” tegasnya. (*)

 

Sumber :

https://mammoth.co.id/kata-sifat/