Kaya Inovasi, Startup Binaan ITB Kesulitan Modal

Kaya Inovasi, Startup Binaan ITB Kesulitan Modal
Kaya Inovasi, Startup Binaan ITB Kesulitan Modal

Kaya Inovasi, Startup Binaan ITB Kesulitan Modal

Kaya Inovasi, Startup Binaan ITB Kesulitan Modal
Kaya Inovasi, Startup Binaan ITB Kesulitan Modal

Iklim pembibitan perusahaan pemula (startup) di Institut Teknologi Bandung (ITB)

menunjukkan respons positif. Saat ini sedikitnya ada 77 unit startup yang masih dibina kampus Ganesha, julukan ITB. Bekerjasama dengan Summarecon, ITB membangun science techno park (STP) untuk pengembangan startup.

Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengatakan, STP itu dibangun di atas lahan seluas 1 hektar di Gedebage, Kota Bandung. Tahap pertama sudah disiapkan lahan seluas 6.027 meter. “Berikutnya menyusul lahan 4.013 meter,” katanya usai tanda tangan kerjasama dengan Summarecon di Jakarta (10/7).

Kadarsyah menyebut, ada beberapa agenda STP yang dibangun di daerah Gedebage

itu. Diantaranya mendukung hilirisasi inovasi-inovasi di ITB. Kemudian juga berupaya mempertemukan antara inovator atau pelaku startup dengan investor. Sebab kelemahan startup yang dibina ITB adalah urusan pasar (market) dan sokongan modal.

Kadarsyah menilai ada beberapa jenis startup yang potensial. Seperti di sektor animasi, game, radar, smart city, dan perlengkapan medis. Dari 77 unit startup yang dibina ITB, sebagian sudah berhasil masuk fase produksi massal. Kini startup itu terus dibina terlebih dahulu. Sehingga bisa tumbuh kuat, serta siap dilepas menjadi sebuah perusahaan berbasis teknologi.

Kadarsyah mengatakan selama ini sudah ada STP mini di ITB. Untuk memperkuatnya, ITB

sudah bekerjasama dengan pusat startup di Silicon Valley, Tiongkok, Jepang, dan kalangan industri dari Eropa. Dalam beberapa kesempatan, startup binaan ITB diberi pembekalan oleh pelaku startup yang sudah jalan. Selain itu juga ada pembekalan dari kalangan industri serta pemodal.

Adapun beberapa startup ITB yang sudah memiliki mitra komersialisasi adalah T-Files Indonesia (alat pembangkit turbin laut), Labtek Ganesha Utama (alat pemantau kualitas udara), Klungbot (aplikasi angklung robot), dan Nugget Putra (nugget berbahan dasar sayur).

 

Baca Juga :