Implementasi 5G Perlu Model Bisnis Sehingga Belum Dapat Dikomersilkan

Selama satu bulan terakhir, Jaringan 5G melakukan uji coba yang dilakukan oleh oleh dua administrator yakni Telkomsel dan XL Axiata semakin gencar.

Dua administrator ini melakukan uji coba di dua kawasan yang berbeda. Telkomsel di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan sepanjang Asian Games 2018. Sementara, XL Axiata melakukan uji coba di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat.

Konsep pemanfaatan 5G yang ditujukan dari kedua administrator ini joke berbeda. Telkomsel dengan implementasi gim, transport otonom, hingga penggunaan untuk manufaktur. Sedangkan XL melakukan implementasi penerapan kota pintar (keen city) hingga Wifi dengan kecepatan 5G.

Namun, hingga saat ini masing-masing administrator joke belum bisa memastikan kapan tepatnya 5G bisa dilakukan secara komersial. Pasalnya, ada https://www.pro.co.id beberapa kendala ketika menggelar 5G untuk komersil.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan berbagai hal telah dia siapkan untuk melakukan uji coba 5G. Salah satunya dengan persiapan frekuensi.

“Sekarang tinggal tergantung demonstrate bisnis. Kalau bicara 4G kan pendekatannya ke seluler. Bagaimana arahnya, mau menyasar korporasi atau konsumer,” jelasnya, Senin (20/8) di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Rudiantara menegaskan bisnis display 5G memang harus dibicarakan bersama-sama dengan industri. Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknologi 5G Yessie D Yosetya mengungkapkan terkait display bisnis memang ada beberapa kemungkinan.

“Bisa jadi tidak lagi bermain di GB. Ada display bisnis baru. Seperti sensor pada smartbin tidak mungkin memberikan harga per titik,” jelasnya.

Namun, dia menegaskan ekosistem harus siap terlebih dahulu. Yessie play on words melihat dari sisi implementasi 5G tidak akan digelar across the country layaknya 4G tetapi hanya di kawasan tertentu.

Saat ini, pemerintah sendiri telah meminjamkan frekuensi 2,8Ghz kepada administrator untuk melakukan uji coba 5G.

Baca Juga: