filsafat ilmu dibagi kedalam tiga kelompok yakni

filsafat ilmu dibagi kedalam tiga kelompok yakni
filsafat ilmu dibagi kedalam tiga kelompok yakni

filsafat ilmu dibagi kedalam tiga kelompok yakni

filsafat ilmu dibagi kedalam tiga kelompok yakni
filsafat ilmu dibagi kedalam tiga kelompok yakni

Biasanya telaahan filsafat ilmu dibagi kedalam tiga kelompok yakni:

  1. Ontologi,
  2. epistemologi,
  3. Aksiologi.

Ontologi (teoretis). Ontologi adalah: cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan sifat makhluk atau kenyataan, untuk mencari hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan tersebut, cabang filsafat yg meletakan teori bahwa sesuatu itu ada, perlu dibuktikan, dan apakah itu sementara, mandiri, atau kondisonal. Serta apa yang dikaji oleh pengetahuan atau ia merupakan hakekat dari ilmu pengetahuan itu sendiri (akar dari ilmu). Ontologi hendak menjawab pertanyaan-pertanyaan seper ti menjawab:

  • Objek apa yang ditelaah oleh ilmu,
  • Bagaimana wujud hakiki dari objek ilmu tersebut,
  • Bagaimana hubungan antara objek dg daya tangkap manusia seperti: berfikir, merasa, mengindera.

Contoh ontologi dalam ilmu sosiologi:

  • Objek apa yang ditelaah oleh ilmu, misalnya = Interaksi sosial antara individu dalam masyarakat
  • Bagaimana wujud hakiki dari objek ilmu tersebut, misalnya = Individu-individu yang saling berinteraksi.
  • Bagaimana hubungan antara objek dengan daya tangkap manusia seperti: berfikir, merasa, mengindera. Hubungannya manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan individu lainnya karena manusia makhluk sosial.

Epistemologi merupakan: cara untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, suatu cabang filsafat tentang dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan; Suatu makna (meaning) dari ilmu yang membentang kan apa dasar-dasar nalar yang digunakan. Apa yang diraihnya, apa keterbatasannya. Membicarakan pertanyaan: (Hamersma: 1999);

  1. Tentang kemungkinan pengetahuan;
  2. tentang batas-batas pengetahuan;
  3. Tentang asal, jenis pengetahuan;

Epistemologi hendak menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti menjawab:

  1. Apa itu pengetahuan?
  2. Bagaimana cara menghasilkan pengetahuan?
  3. Apakah pengetahuan berasal dari pengamatan?
  4. Apakah pengetahuan berasal dari panca indera atau akal budi?
  5. Atau pengetahuan bersifat intuitif ?

Contoh Epistemologi ilmu sosiologi:

  1. Apa itu pengetahuan? Misalnya = Definisi, ciri, hekihat dan metode sosiologi
  2. bagaimana cara menghasilkan pengetahuan? Melalui pengamatan terhadap fakta, menyusu abstraksi dari hasil pengamatan, dan berdasarkan atas teori-teori yang sudah ada.
  3. Apakah pengetahuan berasal dari pengamatan? Ya, mengamati interaksi antara individu, mengamati fakta-fakta sosial dalam masyarakat.
  4. Apakah pengetahuan berasal dari panca indera atau akal budi? iya indera = interaksi antar individu
  5. Atau pengetahuan bersifat intuitif? Tidak.

Aksiologi. Pada hakekatnya aksiologi hendak menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:

  1. untuk mempelajari apa nilai ilmu tersebut,
  2. untuk apa kegunaan ilmu tersebut,
  3. Keberadaan ilmu pengetahuan tersebut secara fungsional atas manfaat bagi kehidupan Manusia banyak.

Contoh aksiologi Ilmu Sosiologi:

  1. Untuk mempelajari apa nilai ilmu tersebut. Misal: negatif atau positif   untuk kehidupan manusia. Baik atau buruk untuk kehidupan manusia.
  2. Untuk apa kegunaan ilmu tersebut. Misal: membantu memecahkan masalah-masalah sosial (positif), membantu proses pembangunan agar lebih baik (positif), untuk mempengaruhi masyarakat agar bersikap sekuler (negatif).
  3. Keberadaan ilmu pengetahuan tersebut secara fungsional atas manfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya dengan masalah sosial yang teratasi dengan baik kehidupan akan menjadi aman dan sejahtera. Dengan pembangunan masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih baik.

Filsafat untuk sampai ke ilmu dapat dipelajari melalui bantuan metode ilmiah, maksudnya metode ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mencapai ilmu pengetahuan. Dimana metode ilmiah memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Merumuskan masalah
  2. Menyusun kerangka pikir (logical construct)
  3. Merumuskan hipotesis (jawaban masalah)
  4. Menguji hipotesis secara empirik (jawaban empiris)
  5. Membahas jawaban rasional dg jawaban empiris (hasil pengujian)
  6. Menarik kesimpulan.

Hipotesis kerja merupakan hipotesis yang menyatakan hubungan, pengaruh dan perbedaan. Contoh yang menyatakakan hubungan

  • Ada hubungan antara nilai ujian sosiologi dengan peringkat kelas
  • Ada hubungan antara peringkat kelas dengan tingkat pendidikan orang tua

 

Contoh hipotesis yang menyatakan pengaruh:

  • Ada pengaruh antara motivasi belajar dengan prestasi belajar
  • Ada pengaruh antara membaca dengan prestasi belajar

 

Contoh hipotesis yang menyatakan perbedaan:

  • Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajar menggunakan e-learning dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional
  • Ada perbedaan motivasi belajar antara siswa yang sering menonton televisi dengan siswa yang jarang menonton televisi

Hipotesis nol yang terdiri dari variabel terikat merupakan hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan, tidak ada pengaruh, dan tidak ada perbedaan. Contoh yang menyatakan tidak ada hubungan:

  • Tidak ada hubungan antara nilai ujian sosiologi dengan peringkat kelas
  • Tidak ada hubungan antara peringkat kelas dengan tingkat pendidikan orang tua

 

Contoh hipotesis yang menyatakan tidak ada pengaruh:

  • Tidak ada pengaruh antara motivasi belajar dengan prestasi belajar
  • Tidak ada pengaruh antara membaca dengan prestasi belajar

Contoh hipotesis yang menyatakan tidak adaperbedaan:

  • Tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajar menggunakan e-learning dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional
  • Tidak ada perbedaan motivasi belajar antara siswa yang sering menonton televisi dengan siswa yang jarang menonton televisi

Sumber : http://ecoledespirates.eklablog.com/teks-eksplanasi-a165655848