Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Yang Benar dan Sesuai Standar

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Yang Benar dan Sesuai Standar

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli – Surat perjanjian jual beli jadi bukti mutlak kala laksanakan transaksi. Keberadaan surat perjanjian jual beli sebenarnya terlalu urgen, gara-gara surat ini jadi bukti seumpama suatu kala terjadi kasus pada pihak penjual dan pembeli. Surat perjanjian jual beli umumnya dibikin cocok kebutuhan. Jika objek jual belinya memiliki nilai besar seperti tanah, rumah, atau asset lainnya, maka terlalu wajib sekali mengakibatkan surat perjanjian jual beli ini. Namun jika objek pembelian hanya punya nilai kecil seperti peralatan tempat tinggal tangga atau lainnya, surat perjanjian jual beli bisa disederhanakan jadi nota atau faktur saja.

Untuk mengetahui format penulisan surat perjanjian jual beli yang benar, anda direkomendasi untuk memandang semisal surat perjanjian jual beli yang kini sudah banyak dan jenisnya pun bervariasi. Isi berasal dari surat perjanjian jual beli cukup kompleks, meliputi pihak-pihak yang terlibat didalam perjanjian, objek jual beli secara detail, dan juga harga yang disepakati.

Selain itu surat perjanjian jual beli dapat lebih lengkap dan mengetahui bersama mencantumkan tatacara pembayaran dan juga detail-detail lainnya yang mutlak untuk dicantumkan. Isi berasal dari surat perjanjian jual beli ini wajib dipahami oleh kedua belah pihak supaya tidak terjadi tidak benar mengetahui di kemudian hari. Ketika semua pihak sudah sepakat dan mengetahui secara teliti isikan surat perjanjian tersebut, maka keduanya wajib membubuhkan tandatangan di atas materai 6000 sebagai bukti persetujuan atas segala isikan surat tersebut. Selain kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian, alangkah baiknya sertakan tandatangan saksi-saksi yang mengetahui sistem perjanjian tersebut.

Jika anda tetap belum tergambar berkenaan format surat perjanjian ini, simaklah beberapa semisal surat perjanjian jual beli yang dapat kami sajikan untuk anda.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Pada hari ini Kamis tanggal dua puluh satu bulan November tahun dua ribu tiga belas bertempat di Jalan Pancoran Barat XI D Pancoran Jakarta Selatan,  sudah diselenggarakan perjanjian jual beli kendaraan yang ditandai bersama penandatanganan Surat Perjanjian, antara:

Nama  : Herdis Suryatna

Umur          : 24 Tahun

Pekerjaan   : Karyawan Swasta

Alamat  : Jl. Pancoran Barat XI D Pancoran Jakarta Selatan

No KTP  : 123.4567.8910

Telepon  : 085223777314

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri yang seterusnya disebut PENJUAL.

Nama    : Mumud Mahmudin

Umur     : 24Tahun

Pekerjaan          : Karyawan Swasta

Alamat  : Jl. Damai 17 No. 9 Jakarta Selatan

No KTP  : 123.4567.8910

Telepon  : 021 12345675

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri yang seterusnya disebut PEMBELI.

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual beli. Syarat dan ketentuannya diatur didalam 11 (sebelas) pasal seperti tersebut di bawah ini:

Pasal 1

 

JENIS BARANG

 

Bahwa PENJUAL bersama ini menjajakan dan menyerahkan kepada PEMBELI yang menerangkan sudah belanja dan menerima penyerahan berasal dari PENJUAL berupa:

  1. Jenis kendaraan : Minibus
  2. Merek / Type : Toyota / Kijang LGX 2.0
  3. Tahun pembuatan : 2003
  4. Nomor Polisi : B 1241 HAN
  5. Nomor BPKB : 123456789
  6. Nomor rangka : 14HGT57X678B9
  7. Nomor mesin : BH00000254B899
  8. Warna : Hitam Solid
  9. Kondisi barang : 99%

Untuk seterusnya disebut KENDARAAN.

Pasal 2

 

HARGA

Harga KENDARAAN yang sudah disepakati kedua belah pihak adalah Rp 104.000.000 (seratus empat juta rupiah).

Pasal 3

CARA PEMBAYARAN

PEMBELI menerapkan cara pembayaran bersama syarat dan ketentuan yang juga sudah disepakati PENJUAL, yaitu:

Pembayaran duwit tunai sebesar Rp 14.000.000 (empat belas juta rupiah) yang dibayarkan  PEMBELI setelah penandatanganan surat perjanjian ini.

Pembayaran sebesar Rp 90.000.000 (sembilan puluh juta rupiah) berwujud cek bersama nomor : 123145789, jatuh tempo tanggal 30 Juni 2014.

Pasal 4

 

JAMINAN

PENJUAL memberikan jaminan bahwa KENDARAAN yang dijualnya adalah milik sahnya sendiri, tidak tersedia orang atau pihak lain yang turut memilikinya dan sebelumnya belum pernah dijual atau dipindahkan haknya, atau dijaminkan kepada orang atau pihak lain bersama cara bagaimanapun juga.

PEMBELI memberikan jaminan bahwa biro gilyet yang diberikannya bisa diuangkan cocok tanggal yang tertera padanya.

Pasal 5

PENYERAHAN KENDARAAN

PENJUAL menyerahkan KENDARAAN kepada PEMBELI setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Buku BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) tetap tetap berada di tangan PENJUAL hingga PEMBELI melunasi keseluruhan pembayarannya.

Pasal 6

STATUS KEPEMILIKAN

Status kepemilikan KENDARAAN tetap tetap berada di tangan PENJUAL hingga PENJUAL menerima keseluruhan duwit pembayaran berasal dari PEMBELI bersama menguangkan bilyet giro cocok bersama tanggal yang tertera padanya.

Status kepemilikan dapat berubah kepada PEMBELI jika PENJUAL sudah menerima lunas pembayarannya dan PENJUAL menyerahkan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) KENDARAAN tersebut.

Pasal 7

SANKSI

Apabila ternyata bilyet giro PEMBELI tidak bisa diuangkan cocok tanggal yang tertera padanya, PEMBELI dianggap terlambat membayar dan dikenakan sangsi berwujud denda atas keterlambatan pembayarannya tersebut.

Denda seperti tersebut terhadap ayat 1 ditetapkan sebesar     prosen (persen) berasal dari kuantitas duwit yang sudah dibayarkan PEMBELI tiap-tiap hari dan maksimun denda adalah     prosen (persen).

Pasal 8

KERUSAKAN DAN KEHILANGAN

Selama didalam pemanfaatan dan penjagaannya, PEMBELI bertanggung jawab penuh atas KENDARAAN.

Apabila terjadi kerusakan, PEMBELI diharuskan memperbaiki atau mengeluarkan ongkos ongkos atas kerusakan yang diderita KENDARAAN tersebut sehubungan bersama pemakaiannya.

Apabila terjadi kehilangan, PEMBELI tetap diharuskan membayar kekurangan pembayarannya.

Pasal 9

HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum dicantumkan didalam perjanjian ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

Pasal 10

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak sudah sepakat untuk pilih daerah tinggal yang lazim dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pasal 11

PENUTUP

Surat perjanjian ini dibikin rangkap 2 (dua) bersama dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang serupa yang masing-masing dipegang PENJUAL dan PEMBELI dan terasa berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak.

Dibuat di          : Jakarta

Tanggal            : 21 November 2013

         PENJUAL                                                                               PEMBELI

(………………………….)                                                       (…………………………..)

Saksi- saksi :

1  …………………………….

2  ..……………………………

3  ..……………………………

Itu tadi beberapa semisal surat perjanjian jual beli yang bisa anda jadikan referensi. Contoh surat perjanjian jual beli ini wajib dimiliki oleh kedua belah pihak sebagai arsip. Sehingga keduanya membawa bukti yang valid kala terjadi problem di jaman depan. Semoga sistem transaksi anda semakin ringan bersama adanya surat jual beli ini.

Baca Juga: