Banyak Peserta Didik Tak Diterima, Warga Dawuan Karawang Minta Tambahan Kuota

Banyak Peserta Didik Tak Diterima, Warga Dawuan Karawang Minta Banyak Peserta Didik Tak Diterima, Warga Dawuan Karawang Minta Tambahan KuotaTambahan Kuota
Banyak Peserta Didik Tak Diterima, Warga Dawuan Karawang Minta Tambahan Kuota

Banyak Peserta Didik Tak Diterima, Warga Dawuan Karawang Minta Tambahan Kuota

Banyak Peserta Didik Tak Diterima, Warga Dawuan Karawang Minta Banyak Peserta Didik Tak Diterima, Warga Dawuan Karawang Minta Tambahan KuotaTambahan Kuota
Banyak Peserta Didik Tak Diterima, Warga Dawuan Karawang Minta Tambahan Kuota

Warga dua desa di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, yakni Desa Dawuan Tengah

dan Dawuan Timur, mengancam akan melakukan penggembokan gerbang sekolah di SMAN 2 Cikampek.

Ancaman itu akan dilakukan apabila tidak ada penambahan kuota siswa di SMAN 3 Cikampek. Tuntutan warga tersebut lantaran banyaknya peserta didik asal dua desa yang tidak di terima dari hasil penjaringan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di dua sekolah yakni SMAN 2 Cikampek dan SMAN 3 Cikampek.

Kepala Dusun Karanggelam, Desa Dawuan Tengah, Jawali, menuturkan, orang tua murid yang berasal dari lingkungan di dua sekolah negeri itu, banyak yang tidak di terima lantaran tidak memenuhi syarat sesuai dengan yang ada di PPDB Online.

“Kami heran, kenapa banyak peserta didik yang berasal dari lingkungan sekolah ini yang tidak lolos dari penjaringan PPDB Online.

Maka dari kami meminta kepada pihak sekolah untuk ada penambahan kuota siswa sebanyak 1 kelas atau 36 siswa atau siswi di SMAN 3 Cikampek,” ungkap Jawali kepada RMOLJabar, di Aula Desa Dawuan Tengah, Jumat (14/07).

Tuntutan dari warga sekitar sekolah di dua desa tersebut, tetap bersikukuh anaknya bersekolah di ke dua sekolah

negeri yang berada di lingkungannya itu.

“SMAN 3 Cikampek kebetulan masih satu atap dengan SMAN 2 Cikampek karena belum ada bangunan sekolahnya. Nah, rata-rata calon peserta didiknya itu kebanyakan dari warga sekitar, tapi kebanyakan peserta didik yang lolos dan di terima, kebanyakannya dari luar wilayah dua desa dan bahkan luar wilayah Kecamatan Cikampek,” tuturnya.

Jawali juga menegaskan, apabila tuntutan dari orang tua murid warga sekitar sekolah tak kunjung ada jalan keluarnya, ia bersama warga mengecam akan melakukan penggembokan gerbang sekolah SMAN 2 Cikampek.

“Sebentar lagi tahun ajaran baru akan di mulai, jika masih tidak ada pertimbangan dari pihak sekolah, kami akan menggembok gerbang sekolah itu,” tegasnya.

Mediasi tuntutan yang dilakukan oleh warga dari dua desa tersebut, dilakukan di aula Kantor Desa Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek yang juga di hadiri oleh dua Kepala Desa Dawuan Tengah dan Dawuan Timur beserta Unsur Muspika Kecamatan Cikampek.

“Hasil mediasi yang dilakukan oleh warga dan pihak sekolah, bahwa pihak dari Unsur Muspika sedang mengupayakan penambahan kelas di SMAN 3 Cikampek dengan membuat permohonan proposal ke Dinas Provinsi Jawa Barat, dan hasilnya nanti akan di sampaikan di mediasi selanjutnya,” tandasnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala SMAN 3 Cikampek Dra Hj Dida Siti Saadah dan Unsur Muspika Kecamatan Cikampek, belum bisa memberikan konfirmasi secara resmi

 

Sumber :

Mengetahui Definisi Bakteri Secara Lengkap