5 Cara Membangun Kemandirian Pada Diri Anak

5 Cara Membangun Kemandirian Pada Diri Anak

Ada sebuah cerita tentang seekor kupu-kupu yang berkeinginan keluar dari kepompongnya. Dia berjuang dan terus berusaha.

Tiba-tiba datanglah seorang anak dan menyaksikan kepompong tersebut. Karena merasa iba, sang anak memungut gunting dan menolong kepompong tersebut. Apa yang terjadi selanjutnya? Ya, kupu-kupu itu dapat terbit dari kepompong namun sayapnya rapuh. Semakin lama kupu-kupu itu melemah sampai akhirnya mati.

Itu ialah ilustrasi singkat Charlotte K. Priatna, praktisi edukasi untuk mencerminkan bagaimana orangtua menyusun kemandirian anak.

Anak diibaratkan seekor kupu-kupu yang sedang berjuang keluar dari kepompongnya. Sedangkan orangtua diibaratkan sebagai anak yang menolong kupu-kupu tersebut.

Selain hal kasihan biasanya orangtua tidak cukup sabar menyaksikan proses anak dalam mengupayakan sendiri urusan baru, laksana makan, menggunakan sepatu, menggunakan baju, dan lain-lain. Padahal dapat jadi urusan itu dapat dominan  tidak baik untuk anaknya di masa depan.

Dikutip dari https://www.pelajaran.id Sahabat Keluarga Kemendikbud, inilah 5 tips orangtua dalam mengajar anak supaya mandiri semenjak dini:

1. Sabar

Orangtua butuh bersikap sabar menghadapi anak yang sedang berproses mengarah ke kemandirian. Kemandirian seorang anak tidak diperoleh secara instan. Namun, kemandirian didapat dari proses yang membutuhkan pelajaran dalam masa-masa yang biasanya tidak sebentar. Itulah sebabnya orangtua mesti mempunyai rasa sabar dalam mengajar anaknya mengarah ke kemandirian.

2. Waktu

Sediakan masa-masa cukup untuk anak dalam berjuang melakukan pekerjaannya sendiri. Jika bakal berangkat sekolah pukul 08:00 maka usahakan orangtua meminta anak menggunakan sepatu pukul 07:30. Jika suasana sangat mendesak atau terburu-buru maka informasikan untuk anak bahwa orangtua membantu menggunakan satu sepatu sebab sedang terburu-buru tapi kelak anak tersebut dapat mencoba menggunakan sendiri.

3. Tega

Perlu rasa “tega” orangtua dalam menyaksikan anaknya mengerjakan pekerjaannya sendiri. Teganya orangtua pasti bukan berarti hilangnya rasa sayang untuk anak. Justru kebalikannya rasa sayang itu diungkapkan dengan teknik mendidik anak untuk mengerjakan pekerjaannya sendiri demi membina pribadi anak mandiri.

4. Minimal

Bantu anak secara minimal. Jika anak benar-benar tidak dapat melakukan kegiatan sendiri, maka orangtua dapat menyerahkan informasi bahwa ayah atau ibu akan menolong memakaikan baju dan anak bisa mencoba menggunakan celananya sendiri.

5. Teladan

Orangtua mesti memberi teladan dengan menjadi orangtua mendiri untuk anak-anak. Orangtua bisa mengajarkan kemandirian mulai dari mula bangun tidur, membereskan tempat tidur, mengambil santap dan minum sendiri, dan lain-lain. Akan tetapi andai memang orangtua sangat perlu bantuan, maka orangtua bisa meminta pertolongan kepada anak dengan menyampaikan kata ”tolong” dan ”terima kasih” telah dibantu.

6. Apresiasi

Berikan apresiasi dan penghargaan untuk anak yang dapat menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Dengan perkataan terima kasih dibarengi ciuman dan pelukan untuk anak atau hal beda yang cocok dengan keterampilan orangtua.

Kemandirian sangat urgen dibangun semenjak usia dini. Kemandirian akan menciptakan seseorang menjadi individu yang memiliki daya juang tinggi dalam menjalani hidup, menjadi individu yang tidak gampang mengeluh andai kesusahan serta mendidik individu yang tidak tidak jarang kali bergantung dengan orang lain.

Baca Juga: